Selasa, 12 Januari 2010

Omasi do khömö

Hari ini mau ngetik, ternyata ada self assessment, ya udah ngikutin SA dulu, dan akhirnya malah keasyikan … tenggelam di dalamnya. Baru selesai nih.



Apa sih arti judul itu? Kalau dari Nias pasti tau lah. Waktu itu aku pas diberangkatkan ke Nias, di rumah sakit Gunungsitoli. Teman-teman di sana menyambut kami, 1 tim lengkap, dengan hangat. Pada hari pertama langsung berkeliling ke poli dan bangsal-bangsal, berkenalan dengan staf di sana. Pada saat itu aku dikasih tau salam di situ dengan berjabat tangan dan bilang “Omasi do khömö”.
Maka tanpa ragu aku berikan salam pada semua staf yang ada di situ sambil bilang “Omasi do khömö”, satu per satu. Tapi sekilas responnya tampak sedikit aneh, ada yang menahan tawa, tapi karena aku orang baru, mungkin cara ngomongnya yang aneh, gak apa-apa, pikirku.
Tapi lama-lama aku pengin juga tanya kenapa mereka tertawa, yang salah dimana supaya kuperbaiki. Jadi begitulah, sesudah ‘parade’ selesai, aku bertanya pada yang nganter. Apa yang salah dari ucapanku. Apa karena diucapkan dengan aksen Jogja sehingga kedengaran aneh. Atau ..?
Eh, ternyata dia njawabnya juga sambil tertawa, katanya nggak ada yang salah dengan itu semua. Yang salah adalah salam yang dipakai. Lho? Dia bilang “Omasi do khömö” itu artinya “Aku mencintaimu”. Alalala!! Jadi aku dikerjain nih? Mentang-mentang baru datang? Gerundel juga nh.
Cuma sebentar. Habis itu ikut ketawa. Iya, ya. Kenapa aku nggak tanya dulu apa itu artinya. Untungnya juga nggak ada yang marah.

Aku jadi ingat waktu ikut AMSC di Jakarta (kebetulan tuan rumahnya pas Indonesia), MC menghidupkan suasana dengan mengucapkan salam sesuai dengan bahasa dari masing-masing delegasi, tentu saja mereka sangat surprised. Termasuk kita yang dari sini juga. Kita yang tau pasti dia orang Indonesia, tetapi nggak nyangka,dia dengan fasih mengucapkan salam dengan seperti itu. Padahal banyak lho. Pertama sih dia menyapa kita dengan bahasa Indonesia. Tapi habis itu mulailah berturut-turut meluncur bahasa Jepang, Korea, Bangladesh, Hongkong, Thailand, Australia..mana lagi ya..lupa.

Yah, gitulah, kita memang harus berhati-hati berucap, mengerti apa arti kata atau kalimat yang kita ucapkan.

------------------------------------------------------------------------------
Intermezzo
SEPULUH tercipta sebagai bentuk apresiasi buat yang sering komentar di sini dan atau yang menjadi “SoBAtKu”.
Pengin bikin lagi, tapi nunggu 10 link baru lagi dari situ. Makasih buat “SoBAtKu” yang udah ngasih link, link itu sendirilah yang membentuk cerita.

17 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, dpt istilah baru nih. sip deh.

Inuel^-^ mengatakan...

khahahh, jadi ngucapin kesemua orang kyk gtu,
"aku mencintaimu"

jhahah, gombalnya kebangeten, kebangeten karena ngga tau artinya, dan asal nyepolos aja, hahah..
keren keren
“Omasi do khömö” mas wkwkwkwk

nuansapena mengatakan...

ha ha ha ...obral cinta kesemua orang!

kakve_santi mengatakan...

minta gambarnya dah!

hehe

Elsa mengatakan...

gambarnya itu lho... pilihan yang sangat bagus!!!
lucu banget

Hendriawanz mengatakan...

mb fanny
Indonesia memang kaya mb .. :)

Hendriawanz mengatakan...

mb inuel
haaiyyah! ini aku sudah kelihatan gombalnya, malah diperparah...
penindasan! hahaha!!

Hendriawanz mengatakan...

nuansapena
coba kalau aku tau artinya waktu itu..hahaha :p

Hendriawanz mengatakan...

kakve_santi
silakan. dari sumbernya langsung juga ada, di pojok kanan atas gambar.

"santai sejenak" trus mampir sini ya? makasih :)

Hendriawanz mengatakan...

mb Elsa,
wee sempat mampir sini tho? makasih mb.
iya, setuju. gambarnya memang ekpresif, aku seneng lihatnya.
sdh 2 hari tidak nulis lagi mb? ditunggu puisinya.

Newsoul mengatakan...

Hehe.....di Nias dikerjain sama teman-teman Nias ya.

reni mengatakan...

O... itu to bahasa Niasnya “Aku mencintaimu” ?
Soalnya waktu baca judulnya aku kira itu bahasa Jepang lho... hehehe

reni mengatakan...

O... itu to bahasa Niasnya “Aku mencintaimu” ?
Soalnya waktu baca judulnya aku kira itu bahasa Jepang lho... hehehe

Hendriawanz mengatakan...

Newsoul
Iya..hehe. Bisa-bisanya mereka punya cara untuk membuat terkesan..:)

Hendriawanz mengatakan...

mb Reni
Iya itu bahasa Nias. Tapi memang banyak teman dari Nias yang berkulit putih dengan mata agak sipit. Aku sih nggak bisa membedakan orang Cina, Jepang, Korea, dll ...hehe.
Tapi mereka bilang mereka adalah orang Nias. Cukup banyak temanku dari Nias di sini.

Anazkia mengatakan...

ngerjain, apa dikerjain mas...??? huehehehehe... ilmu yang berharga.

Hendriawanz mengatakan...

mb anaz
waduh mb, kalau ingat itu..hehehe
tapi memang cepat akrab dengan mereka, tidak kaku..:D