Senin, 11 Januari 2010

SEPULUH

(………..ditulis tanggal 10 juga, tahun dua ribu 10 juga)


Ketika Sang Cerpenis bercerita, tanpa sadar kuangkat kepalaku dari mejaku, perlahan-lahan kugerakkan tanganku,yang semula sebagai bantal dahiku, kini tegak menopang daguku. Menikmati indahnya hari yang biasa kulakukan dengan memandang rumput dan pepohonan di taman di balik jendelaku, untuk kali ini saja kulewatkan demi mendengar sebuah cerita. Dan seolah jari-jemariku memiliki jiwa dan kemauan sendiri untuk bergerak dan meraih Catatan Kecilku. Guratan-demi guratan terus mengisi lembaran putih polos ini, menghantarkan kata-kata penuh makna yang terdengar di telingaku. Ya, Nuansa Pena telah tercipta sambung-menyambung di atas kertas ini, oleh kehausan akan cerita ini. Apa gerangan yang menarik bagiku, hingga ku rela mengabaikan semilirnya angin di sampingku? Cerita tentang apakah itu? Cerita tentang kehidupan. Life With Your Own Vision. Betapa aku pun merasa terangkat mendengar cerita ini. Telah lama ku tak mendengar orang menyapaku. Telah sekian jauh waktu berlalu ku tak merasakan orang menganggapku ada. Tak kuhitung lagi berapa kali bumi berputar hingga hari ini, melalui cerita ini, ku terhenyak dan menyadari bahwa aku masih memiliki arti.


“Maybe” aku orang yang salah menilai sekelilingku, namun itulah yang kupercayai. Suara di dalam sini yang kudengarkan. Siapa lagi yang kan mendengarkan suara di dalam sini jika bukan aku sendiri? Namun yang lebih penting, suara siapakah yang dapat kudengar jika di dalam diriku sendiri pun sudah tak kupercayai? Dan ketika suara dalam diriku mengatakan bahwa aku sendirian, ku percaya, di tengah-tengah kata-kata manis di luar sana. Kini ketika suara itu menggugahku untuk mendengarkan cerita ini, ku sadar memang telah lama inilah yang kucari. Bahwa tertinggalkan oleh begitu banyak sahabat bukan berarti tak layak untuk hidup dan memiliki cita-cita. Ku masih boleh untuk memiliki senyum yang terkembang. Ku percaya, suasana hati yang terangkat ini tak lepas dari cinta-Nya. Inikah “Cinta Yang Hakiki” ?


Untaian kata demi kata pun sampailah di batas akhir, ketika cerita usai. Kini, terisilah sudah, perasaan yang kurang setiap kali ku nikmati indahnya taman di tempatku. Ku berjalan dengan riang. Kusapa bunga yang mulai bermekaran menyambut matahari. Suara anak cendrawasih di ujung taman makin nyaring dan makin merdu terdengar. Love My Journey. Ketika kau telah menjadi seorang ayah, engkau dapat dengan mantap mengatakan, “My sons, bersyukur atas apa yg telah di berikan oleh-Nya. Segala ciptaan dan kejadian dapat merupakan rangkaian pesan-pesan kebaikan. Bacalah dengan nama Tuhan-Mu yang menciptakan.”

Oh ya, jika di lain waktu aku tak di ruanganku, mungkin aku ada di taman ini. Kadang berjalan di antara bebatuan. Atau cukup seperti sekarang ini. Duduk di sini.

19 komentar:

Newsoul mengatakan...

Pada sepuluh, selalu ada makna yang indah. Kemarin ketika tulisan ini dibuat, tanggal 10-01-01. Dan tulisan inipun berisikan 10 link. Sepuluh, angka yang didamba anak kecil saat pe-ernya diperiksa ibu/pak guru. Sepuluh angka tertinggi dari jejeran dua hari tangan. Sepuluh, pasti punya ribuan makna lain. Nice post.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

hmm..namaku disebut2 ya? salah denger gak nih? mantap deh, tulisannya bisa nyambung gini. sipp

Inuel^-^ mengatakan...

waowwwww, analisa yang bagus bu elly, keren banget tulisannya, saling merangkai satu dengan yang laninnya, ught.. tau ngga mas, tadi thu aku sempet mikrin hal yang sama, tapi aku malah nemu mas yang nulis kayak gini, nyambung menyambung menjadi kaliamt yang Indah :). nice post !

owh ya, verivikasi katanya diilangin dunk, biar cepet :D

Hendriawanz mengatakan...

Newsoul
Wah, ini memperkaya dan melengkapi tulisan ini, terima kasih sekali.

Hendriawanz mengatakan...

mb fanny
nggak. eh..yang cerita siapa, yang ndengerin siapa, bukannya aku yang ndengerin sambil nyatat..hahaha.

Hendriawanz mengatakan...

mb Inuel
tau gitu bisa bikin sama2 ya..hehe.
masa ada verivikasi kata-nya, kupikir bisa langsung, cara ngilanginnya gimana?
coba aku juga cari2 caranya..

anyin mengatakan...

lucu juga ya pakai banyak link teman blogger :p

reni mengatakan...

Pandai sekali merangkai kesepuluh blog menjadi demikian indahnya....
Ide yang bagus tuh... mungkin aku tak sanggup melakukannya hehehe
Makasih udah sebut-2 namaku juga disini.. ^_^

Hendriawanz mengatakan...

hehe..iya mb. rencananya mau bikin lagi, lagi nunggu link-link baru. dari nama2 itu, tersusun sendiri sih kisahnya,di benakku.di comment pertama, 10 masih punya ribuan makna, jd kupakai 10 link aja deh. makasih ya mb, sudah memberiku 1 link.minjam istilahnya mb anyin,bisa gak ya jadi awal yang delicious..:-D

Seno mengatakan...

Jamnya juga 10, selesai jam 10.25 he.he..linknya 10, terus aku komentator yang ke sepuluh g ya kira2 wkwwkk

ا شين mengatakan...

waduh, thanks banget mas...

REYGHA's mum mengatakan...

Waduh itu ada namaku bukan ? Ih senangnya bisa nyambung ditulisanmu, hebat euy...nah ntar ajarin tag in link gitu ya....

Elsa mengatakan...

wah keren... nama nama Blog bisa disambungin jadi postingan gitu. kreatif banget

salut!
salut!

Vicky Laurentina mengatakan...

Jiaah..udah bisa merangkai link-link segala. You've learnt fast, Wan! ^^

Hendriawanz mengatakan...

Seno
Wah, betul mas. terima kasih, terima kasih..:D

Hendriawanz mengatakan...

شين
sama-sama..:D

Hendriawanz mengatakan...

REYGHA's mum
Itu mb,waktu new post tinggal di-klik aja yang gambar rantai..hehe

Hendriawanz mengatakan...

mb Elsa
bicara keren, puisinya mb Elsa tu lho..:)

Hendriawanz mengatakan...

Vicky
Don't you know that I've learnt a lot from you, Vic .. :D