Kamis, 21 Januari 2010

Antara salah paham dan fitnah




Paling tidak ada dua kata menakutkan..hm mungkin lebih tepatnya aware terhadap kata itu, yaitu salah paham dan fitnah. Sebetulnya kata yang kedua, yaitu fitnah, termasuk salah paham juga. Tapi begitu kejamnya kata yang kedua itu sehingga tidak cukup sekedar menempatkannya di bawah payung kata pertama. Perlu ruang yang lebih besar lagi sehingga dapat tampil lebih jelas di depan mata kita dan kita dapat menyikapinya dengan tepat.

Baik bermusuhan dengan jahat, itu wajar. Baik bersahabat dengan baik, itu wajar. Tapi baik bermusuhan dengan baik, itu tidak cocok. Penjelasannya adalah salah paham atau fitnah.

Aku ngarang cerita lagi. Ada dua keluarga bertetangga. Rumah pertama ditempati seorang ibu sebut aja si A, seorang diri. Rumah kedua ditempati keluarga dengan 1 anak. Suatu hari si A mau keluar rumah, bekerja. Sudah sampai di halaman rumah, dia ingat bahwa kompor di dapur masih nyala. Dia liat di rumah sebelah, anak tetangganya, sebut saja anak itu si B, main2 di halaman dengan temannya, sebut aja si C, yang gak kenal sama si A. Karena udah kenal baik dengan si B, si A minta tolong si B untuk menjagakan barang bawaannya di mobil yang udah nyala mesinnya, sementara si A masuk rumah lagi untuk mematikan kompor.

Si B dan si C lari-lari ke mobil dan bersandar di jendela, menunggu si A. Nah, si C sempat melirik di jendela ada uang Rp 10.000,- lalu dia ambil dan cepat2 pamit ke si B dengan alasan sakit perut. Beberapa saat kemudian si A dah muncul, hanya liat si B. Waktu si A liat uangnya hilang, dia diam aja, dalam hati memaklumi, gak apa2 si A ngambil, kasihan karena mereka miskin, untuk cari makan aja susah, apalagi si B sudah sering mbantu di rumah kalau ada kerusakan, bagaimanapun dia anak baik, dan kalau mbantu selalu tulus. Jadi ngambil Rp 10.000,- untuk njagain mobil juga sangat cukup dibandingkan jika rumah kebakaran karena kompor. Padahal di sisi lain si B bener2 mbantu njagain mobil dengan tulus, seperti biasanya. Gak ada niat jahat.

Skenario lain, habis ngambil uang, si C bilang ke si B, eh kamu dipanggil ibu kamu. Si C cari2 alasan aja biar si B pergi. Waktu si A muncul, si A ngeliat uangnya hilang, tapi tetap gak mau tergesa2 ambil kesimpulan. Dia nanya ke si C, si B ada dimana. Tapi si C udah mempersiapkan jawaban, bahw si B tadi pinjam sebentar uang di mobil karena bener2 butuh dan titip minta maaf harus cepat2 pergi dengan tak lupa pada waktunya akan mengganti. Si A maklum kalau memang si B perlu itu untuk hal yang penting dan mendesak. Apalagi udah banyak mbantu di rumah, jadi gak dikembalikan juga gak apa2. Apalah arti Rp 10.000,- bagi dia jika dibandingkan pentingnya itu bagi si B.

Di waktu2 berikutnya si B dan si A tetap berhubungan baik, masing2 dengan prasangka yang baik seperti sebelum-sebelumnya. Tapi dengan pemahaman lain di mata si A, sesudah kejadian itu.

Salah paham…fitnah…..doa.

11 komentar:

Henny Y.Wijaya mengatakan...

astaghfirullahaladzim..

sedikit cela mencemarkan hubungan baik yang selama ini dibina. kalo saya jadi si A, saya bakal tanya ke B apa benar pinjam uang. Kalau benar ya diperbolehkan saja. Kalau ketahuan bukan dia yang ambil uangnya kan permasalahan jadi selesai

buwel mengatakan...

masya alloh, moga terjauh dari sifat fitnah ya...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

jgn sampai deh salah paham. gaswaaat.

Newsoul mengatakan...

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Mari menjauhkan diri dari salah paham dan Fitnah.

Hendriawanz mengatakan...

mb henny
iya mb. dan si B berterima kasih pada mb karena si B dalam posisi tidak tau dan tentu di benaknya semua baik-baik saja seperti sebelum-sebelumnya.

Hendriawanz mengatakan...

buwel, Sang Cerpenis bercerita, Newsoul
betul, hidup kita tak pernah lepas dari-Nya dan hanya kepada-Nya lah kita memohon.

a-chen mengatakan...

Memang sebaiknya ada konfirmasi ya, biar jelas. Dan jauh dari segala sangka dan apalagi ntar muncul fitnah nantinya....

bepi mengatakan...

Memang, Fitnah ini kejem banget...... bikin salah paham, banyak khan kejadian besar didunia yang tragis hanya karena fitnah ini....

Hendriawanz mengatakan...

a-chen
betul. tepat sekali. konfirmasi, komunikasi, terima kasih masukannya.

Hendriawanz mengatakan...

bepi
betul. "..banyak khan kejadian besar didunia yang tragis hanya karena fitnah.."
itulah salah satu yang mendorong aku untuk nulis ini.

the others.... mengatakan...

jangan sampai deh memfitnah dan difitnah... gak enak..!