Sabtu, 02 Januari 2010

Kata-kata asing



Mula-mula biasa saja. Tapi lama-lama kok jadi kepikiran ya. Sering kan kita mendengar kata-kata yang berasal dari bahasa asing seperti internet, password, printer, browser, dan lain-lain. Rasa-rasanya lebih enak di telinga untuk mengucapkan kata-kata seperti itu dalam bahasa aslinya dalam obrolan sehari-hari daripada sibuk mencari-cari dan memikirkan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Coba kita ngobrol tentang pertemanan di dunia maya, lalu kita bilang “blog, blogger…” rasanya juga lebih enak. Ada nggak padanan katanya dalam bahasa Indonesia?

Beberapa kata yang lain mungkin sudah lebih “ aman” digunakan seperti komputer, kabel, perangkat lunak, dan telinga kita sudah akrab dengan kata-kata itu sehingga tidak masalah ketika keluar dari mulut kita. Tetapi kata-kata seperti yang di atas? Apakah harus diciptakan padanan katanya ketika bahasa aslinya sudah sangat akrab di telinga kita?

Seperti kita tahu, bahasa yang tidak jelas bisa membuat kita salah paham. Padahal salah paham itu sangat tidak berguna, bahkan merugikan, dan pastinya menghabiskan waktu. Coba misalnya, kita dengar ada obrolan antara dua orang anak muda, lalu yang satu bilang, “Hm, aku tahu kamu boring.” Nah, bisa saja si A maksudnya mau bilang ke B, “Kamu bosan”, tapi si B mengertinya, “ Aku membosankan..??”

Pernah salah paham? Pernah jengkel , kecewa? Beruntungnya kita ketika akhirnya menyadari itu karena salah paham, dan selanjutnya kita bisa saling tertawa… :-D

Wuiiihh…bagaimana ya kalau yang salah paham dua orang kepala negara?
Hwe..he..he..he…

10 komentar:

Inuel^-^ mengatakan...

iia emng aku membosankua :(, jgn harepin itu mas, kan aku disini kepala negaranya huehuehuehue.. tenang aja, aku ngga akan tengkar n salah paham ama capa-capa kok :D

Henny Y.Wijaya mengatakan...

lebih enak pake bahasa ibu, nggak bikin misunderstanding (lha..kok aku jg pake bahasa asing ya?) hahaha

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

makanya jangan suka pake bahasa yg terlalu 'gaul' ya. hehehe...nanti bisa nggak nyambung. harus liat dg siapa kita bicara juga. nice article

Latifah Hizboel mengatakan...

Berbahasa yang baik lebih gampang dipahami ya ,dari pada dng basaha gaul yg sagat beragam dan aneh ,sekarang siapapun pasti menggunakannya.Kadang- tak luput ibu2 yg rasanya sangat tak pantas menggunakannya.Tapi sulit juga ya tergantung karakter seseorang.

Hendriawanz mengatakan...

Hahaha...ya gitulah mb, kalau kita pas ngobrol dengan teman, suasana santai, tidak formal. Lain sih kalau pas presentasi ilmiah.

To mb Inuel, bener nih, yakin, nggak salah paham dan nggak akan tengkar..hahaha

Ocky Fajzar .S mengatakan...

hehehe bener juga itu, sebaiknya pake bahasa yang biasa-biasa aja deh tapi tetap harus menyesuaikan diri dalam pergaulan ya gak? hehe

Hendriawanz mengatakan...

Iya, memang bahasa diciptakan supaya kita bisa saling ngerti, nggak salah paham, bisa menyampaikan maksud kita dengan nyaman.

To mb Fanny, thanks.

Vicky Laurentina mengatakan...

Suatu hari, Bill Clinton mau ketemu PM Jepang.

Sebelum ketemuan, PM Jepang ditatar dulu buat belajar bahasa linggis.

Diplomat: "Pak PM, nanti ke presiden US-nya ngomong gini ya, 'Hello. How are you?' Nanti dia jawab gini, 'I'm fine. Thank you.' Nanti ya, Pak, mungkin presidennya bakalan nanya balik, 'How are you?' Nah, Pak PM jawab gini, 'Me, too.' Bisa ya, Pak PM?"

Pak PM Jepang manggut-manggut ngerti.

Pada hari H, PM Jepang ketemu sungguhan sama Bill Clinton.

PM Jepang: "Hello. WHO are you?"

Bill Clinton, yang ngira PM Jepangnya lagi ngajak becanda, pun njawab, "Me? I'm Hillary's husband. How about you?"

Jawab PM Jepang-nya, "Me, too.."

REYGHA's mum mengatakan...

vicky lucu banget....hahahaha...

Hendriawanz mengatakan...

HAHAHAHAHA....!! Vic, gak cukup aku ketawanya dengan huruf kecil..:D