Senin, 18 Januari 2010

Beda ...




Bahwa sifat, karakter orang berbeda2, bisa lah terlihat di tempat2 keramaian. Misal di tempat makan umum, kita duduk dengan cara gini, orang lain duduk dengan cara gitu, kita berpakaian gini, orang lain berpakaian gitu, de el el.

Ada orang yang pakaiannya bersih, ngomongnya gak kasar, duduk di tempat umum dengan kaki di bawah. Tapi ada juga orang yang pakaiannya, bukan gak mampu, tapi malas nyuci, cuek walaupun bau (toh bau badan sendiri), duduk di tempat umum dengan kaki di atas tempat duduk lainnya, seolah dunia milik sendiri. Menikmati kebebasan dengan sebebas-bebasnya. Gak peduli dengan orang-orang di sekelilingnya.

Kalau orang yang pakaiannya rapi tadi ada di tempat kumpulan orang yang kedua, jadi menyolok. Aneh. Sebaliknya, orang kedua datang ke tempat yang formal misal kantor atau bank, belum masuk mungkin sudah didepak satpam. Bertamu aja sulit, apalagi kalau tujuannya ngelamar kerja, nol koma persen deh kemungkinan berhasilnya.

Tiap orang punya alasannya sendiri dalam kaitan dengan penampilan dirinya. Ada kebebasan penuh untuk menampilkan diri kita sesuai dengan apa yang kita inginkan, sesuai dengan apa yang kita pikirkan, sesuai dengan sifat dan kepribadian kita. Menjadi masalah ketika kita berhubungan dengan orang lain. Dan memang kita membutuhkan hubungan dengan orang lain, tidak mungkin hidup sendiri, ngajak omong patung. Pada saat itulah kita memberi ruang di pikiran kita untuk melihat bagaimana dia pengin dihargai. Dan itu juga terjadi sebaliknya di pihak dia.

Yang gak cocok jika kita sendiri nyaman dengan badan kita yang jarang mandi, pakaian ganti seminggu sekali tetapi kita pengin orang yang di depan kita tampil bersih, pakaian bersih, de el el…
Gambar diambil dari sini


====================================


Akankah …




Kakiku kecil
Telapakku ringan
Jarak langkahku tak panjang
Gerakku merambat

Masih gelap
Dingin
Tak tau kerikil dimana
Pun pecahan batu tajam

Tak jelas
Samar di sekelilingku
Meraba jalan
Hanya satu terang kecil di ujungku
Aku tak ingin berhenti di sini
Aku ingin terus
Kadang perih di ujung jariku

Jika aku sampai di sana…
Apakah engkau di sana…

26 komentar:

Nyunz mengatakan...

iia aku akan menunggu kadatanganmu,..
kan kurasakan juga pengorbananmu..
dan kita akan bersama-sama merubah kesamaran ini..

nice poem ;)

Inuel^-^ mengatakan...

hureeeee ternyata udah bisa komentar tanpa OL, keren :D, makin hebat oey :D, ajarin aku dunk :P

ا شين mengatakan...

Yang penting nyaman dan tak melanggar aturan berbeda beda toh nggak papah... ;-)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

itu namanya ada perjuangan.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yg tadi koment utk puisi.
yg ini koment utk beda :
yup masing2 org punya gaya sendiri. selama nyaman oke2 aja, asal jgn bikin orng lain terganggu.

Newsoul mengatakan...

Tulisan mantap, puisi indah. Beda itu memperkaya jiwa kawan.

Ica Puspita mengatakan...

perbedaan itu indah ^^

bepi mengatakan...

enjambemennya rapih bangets, ai laik it....

anyin mengatakan...

beda itu bagus.. unik... saya bangga jadi aneh :)

Hendriawanz mengatakan...

mb Inuel
weyy..mb Inuel tu lho yg hebat, selalu bisa bikin puisi2 untuk teman2, di segala situasi, bahkan yg mb Inuel bilang di saat ngawur sekalipun...hahaha

Hendriawanz mengatakan...

شين
iya..beda pun adalah anugerah.
setuju.

Hendriawanz mengatakan...

mb fanny
utk yg puisi: thanks untuk hal yang positif ini.
utk yg beda : iya. tau batas2nya kayak gini memank penting.

Hendriawanz mengatakan...

Newsoul
Jadi diingatkan bahwa 6 milyar orang di bumi ini gak ada yang 100% sama, kembar identik sekalipun.

Hendriawanz mengatakan...

mb Ica
i couldn't disagree anymore..:)

Hendriawanz mengatakan...

bepi
iya kah? syukurlah...

Hendriawanz mengatakan...

mb anyin
hehe..udah liat kok di profilnya: proud to be weird!

Tariq mengatakan...

ternyata oh ternyata...yang disana tidak ada..hahaha

REYGHA's mum mengatakan...

justru perbedaan itulah yang saling melengkapi...(so tau ya..)
u puisinya : hidup itu perjuangan..(nyambung ngga?...)

Anazkia mengatakan...

TULISAN YANG BEDA, ITU GAK BISA DIKOMENTARIN YAH...???

Anazkia mengatakan...

Pandai juga bikin puisi, salut sama orang uang menyalurkan kata-katanya lewat kalimat yang sedikit2 saja. gak kek saya, yang sering berpanjang lebar :)

Anazkia mengatakan...

tentang kontes itu, mbak kayaknya satu2nya kontestan dari Indonesia. Coz yang menyelenggarakan, blogger Malaysia :)

secangkir tehn dan sekerat roti mengatakan...

saya sedang menyimak.. :)

Hendriawanz mengatakan...

REYGHA's mum
setuju. yups, nyambung mb. dan indah pada waktunya.thanks mb!

Hendriawanz mengatakan...

mb Anazkia
Bisa mb. Memang jadi satu di sini..hehe. Jadi komentarnya juga di sini aja..
Panjang pendek kan bukan ukuran, artikelnya mb Anaz kan ditulis juga dengan hati..hehe.Makasih mb :)

Hendriawanz mengatakan...

secangkir tehn dan sekerat roti
silakan :)
yang tidak mabuk laut, dan syukur selamat sampai di tujuan.

Hendriawanz mengatakan...

Tariq
Karena ada kemungkinan dalam pikiran bahwa dia "tidak ada" itulah maka kita mensyukuri bahwa dia "ada" :)