Jumat, 29 Januari 2010

Percayalah..




Dingin
Begitu deras
Tajam menusuk kulit

Gelap
Terang sekejap
Memecah langit
Menggelegar robekkan telinga

Tetaplah bertahan sayang
Peluk diriku
Kurengkuh dirimu
Rekatkan wajahmu di dadaku
Resapkan rasa takutmu biarkan merasuk dalam diriku

Jangan menyerah sayang
Kita kan tetap teruskan langkah
Menembus malam
Usap air matamu
Kujanjikan
Esok kita kan menapak pelangi
...

18 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, tumben puisinya sweet banget.

ninneta mengatakan...

haii,

perdana nih kesini, ngajakin kenalan sambil follow.. hehehehe....

salam,

ninneta

bepi mengatakan...

Iya nich sweet beud ya...

buwel mengatakan...

semoga janji itu akan terus tertepati ya mas... :-)

a-chen mengatakan...

Duh, jadi inget Embak... hihiihhi

Abi Sabila mengatakan...

jadi inget waktu masih muda, hehehehe...

Cerita Tugu mengatakan...

wuiiii inyong sampai tercengang baca puisinya

Hendriawanz mengatakan...

Sang Cerpenis bercerita
pas lagi ngerasa mb

Hendriawanz mengatakan...

ninneta
salam kenal juga. aku udah ke situ juga mb. keep fighting!

Hendriawanz mengatakan...

bepi
aku baru aja ke situ
hayo yang lagi kangen..sabar semoga yang diharapkan segera datang.

Hendriawanz mengatakan...

buwel
demikianlah hati mendengar kata saat dalam permohonan..amin.

Hendriawanz mengatakan...

a-chen
Nha..
Jadi bagaimana mas, akan ada Kangen (3)? ..:)

Hendriawanz mengatakan...

Abi Sabila
barusan dari sana..
belum tua juga tuh :)
btw, renungan tentang helm yang bagus.

Hendriawanz mengatakan...

Cerita Tugu
baru dari sana, lum ada yang baru ya pak..

Henny Y.Wijaya mengatakan...

amin...awali dengan niat yang baik :)

Elsa mengatakan...

naksir fotonya...
pingin punya bulu mata selentik itu!
hehehehehehee....




lubang kuning apa ya?

Hendriawanz mengatakan...

Henny Y.Wijaya
iya mb :)

Hendriawanz mengatakan...

Elsa
hehehe..bisa aja mb..:)