Rabu, 20 Januari 2010

ASM PDS Patklin

Sejawat Yth.
Sehubungan dengan keterbatasan desain dalam penempatan informasi ini, kiranya mohon maklum. Namun demikian tidak mengurangi keutuhan informasi yang disampaikan. Annual Scientific Meeting (ASM) PDS Patklin menyelenggarakan SEMINAR SINDROMA METABOLIK . Sekiranya ada pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom interaktif di bawah ini. Untuk gambar yang lebih jelas, silakan klik kanan --Open Link in New Window. Terima kasih.









Seminar Sindrom Metabolik: Aspek Laboratorium dan Penatalaksanaannya

Pendahuluan
Sindrom metabolik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sekelompok kelainan metabolik yang terdiri atas resistensi insulin, hipertensi, dislipidemi, obesitas sentral atau visceral, DM tipe 2 atau gangguan toleransi glukosa dan percepatan terjadinya penyakit kardiovaskuler. Prevalensi sindrom metabolik bervariasi tergantung populasi, berkisar antara 8-24% untuk pria dan 7-46% untuk wanita sedangkan di Amerika diperkirakan terdapat pada 20% dari masyarakat Amerika dewasa. Keberadaan sindrom metabolik ini secara klinis meningkatkan risiko kelainan kardiovaskuler. Pada penelitian di Jawa Barat, Indonesia, peningkatan risiko mencapai 1.73 kali dari kelompok tanpa sindrom metabolik. Bukti secara epidemiologis juga mendukung hiperinsulinemi sebagai salah satu marker untuk risiko penyakit arteri koroner.
Mengingat tingginya risiko kesakitan dan kematian karena kondisi-kondisi penyerta pada sindrom metabolik, tatalaksana kuratif yang lebih mahal dengan keluaran kualitas hidup penderita kurang baik, maka upaya pencegahanlah yang sebaiknya dikedepankan. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta kalangan medis tentang sindrom metabolik.
Dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran inilah maka bagian Patologi Klinik FK UGM dan Instalasi Patologi Klinik RS dr. Sardjito dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2010 akan menyelenggarakan seminar “Sindrom Metabolik: Aspek Laboratorium dan Penatalaksanaannya”. Dalam seminar ini akan dibahas tentang seluk-beluk sindrom metabolik pada orang dewasa dan pencegahannya sejak usia dini (anak-anak), juga peran faktor gizi dalam upaya pencegahan sindrom metabolik serta aspek laboratorium yang berperan dalam skrining, diagnosis maupun pemantauan sindrom ini dengan penekanan pada berbagai parameter laboratorium yang dapat digunakan sebagai indikator terjadinya resistensi insulin.

Tujuan
Seminar ditujukan untuk memperoleh dan membahas informasi terkini tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi pemeriksaan, manajemen pasien sindrom metabolik yang ditekankan pada pencegahan penyakit serta kesempatan saling bertukar pengalaman dan kerjasama antar disiplin ilmu demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Sasaran
Acara ini diperuntukkan bagi dokter (umum, spesialis), paramedik, analis, mahasiswa, pemerhati laboratorium, laboratorium klinik, pemerhati endokrin dan umum. Peserta Seminar dibatasi 125 orang

Pelaksanaan Seminar
Sabtu, 06 Maret 2010Bertempat di Ruang Seminar Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Penyelenggara
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UGM dan Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Sekretariat
Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito, Jl. Kesehatan no. 1, Sekip Utara Yogyakarta 55281,
telp. 0274 – 518687, 0274 - 7101124
Email: ppdspk_ugm@yahoo.com

Contact person
Theresia (hp. 0816 4897 239)
Erma (081328356986)
Yuli (08121592645)

Status
Akreditasi IDI

Biaya Pendaftaran
Dokter spesialis Rp. 150.000
Mahasiswa/Lain-lain Rp. 100.000
Biaya dapat ditransfer ke rekening 137-00-9901378-7 an. Umi S. Intansari, Bank Mandiri cabang RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Fasilitas
Seminar Kit
Sertifikat (Akreditasi IDI)
Snack dan makan siang

Seminar : 6 Maret 2010
Waktu
07.30 – 08.00 Pendaftaran
08.30 – 09.00 Pembukaan
09.00 – 09.15 Istirahat
Sesi I
09.15 – 09.45 Patogenesis Sindrom Metabolik Oleh : Prof. dr. Budi Mulyono., MM., SpPK(K)
09.45 – 10.15 Penatalaksanaan Sindrom Metabolik pada DewasaOleh : dr. Bowo Pramono., Sp.PD-KEMD
10.15 – 10.45 Peran Parameter Laboratorium pada Penatalaksanaan Sindrom Metabolik Oleh : dr. Windarwati, SpPK(K)
10.45 – 11.15 Diskusi
Sesi II
11.15 – 11.45 Peran Gizi pada Pencegahan Sindrom Metabolik Oleh : Dr.rer.Nat. dr. Istiti Kandarina
11.45 – 12.15 Peran Ghrelin pada Sindrom Metabolik Oleh : dr. E. Henny Herningtyas., MSi., Ph.D
12.15 – 12.45 Mengenai tanda-tanda dan Pencegahan Sindrom Metabolik sejak usia dini Oleh : dr. Suryono Yuda Patria., Ph.D., Sp.A
12.45 – 13.15 Diskusi
13.15 – 13.45 Ishoma
13.45 – 14.00 Penutupan


=======================================
Workshop Pemantapan Mutu Laboratorium (Diundur)

Latar Belakang :
Akhir-akhir ini, jumlah laboratorium klinik, berupa laboratorium klinik rumah sakit maupun laboratorium klinik swasta berkembang dengan sangat pesat di seluruh wilayah nusantara, baik di kota besar maupun di tingkat kabupaten, bahkan sampai tingkat kecamatan.
Perlu disadari bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu pun semakin meningkat. Di lain pihak pelayanan Rumah Sakit yang memadai, baik di bidang diagnostik maupun pengobatan semakin dibutuhkan. Sejalan dengan itu maka pelayanan diagnostik yang diselenggarakan oleh laboratorium klinik Rumah Sakit maupun laboratorium klinik swasta sangat perlu untuk menerapkan sebuah standar mutu untuk menjamin kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Fungsi laboratorium adalah melakukan analisa baik secara kuantitatif atau kualitatif terhadap spesimen berasal dari manusia. Selain itu laboratorium juga berperan sebagai pemeriksaan penyaring untuk untuk mengetahui adanya kelainan proses fisiologi, membantu pemilihan jenis tes serta penilaian hasilnya untuk menunjang dalam menegakkan diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan terapi, memantau perjalanan penyakit, dan menentukan prognosis. Oleh karena itu hasil yang dikeluarkan suatu laboratorium harus teliti, tepat, cepat dan dapat dipercaya.
Tersedianya “reagen jadi” di pasaran menambah mudah dan cepatnya pelaksanaan pemeriksaan laboratorium. Meluasnya pemakaian alat otomatik juga meningkatkan kemampuan laboratorium dalam kuantitas pemeriksaan. Dengan meningkatnya pemakaian alat otomatik bukan berarti alat semi otomatik mulai ditinggalkan. Di laboratorium rumah sakit daerah, rumah sakit yang baru berkembang ataupun laboratorium klinik swasta sebagian besar masih menggunakan alat semi otomatik.
Sering sekali terjadi bahwa penemuan laboratorium tidak sesuai dengan diagnosa sementara dari klinisi dan timbullah pertanyaan: Sampai berapa jauh hasil pemeriksaan laboratorium dapat dipercaya? Tuntutan akan mutu/validitas hasil pemeriksaan laboratorium yang baik tidak saja dari para dokter klinik tetapi juga langsung dari masyarakat. Tuntutan ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi personil laboratorium. Upaya yang nyata untuk menjawab tantangan ini adalah pelaksanaan program pemantapan mutu laboratorium.
Pemantapan mutu didefinisikan sebagai suatu kegiatan untuk memenuhi keinginan konsumen yang menuju pada kepuasan dan harapan pengguna jasa seperti dokter klinisi, tenaga medis lain, pasien serta orang lain yang membayar pada laboratorium.
Pemantapan mutu (quality control) suatu laboratorium meliputi beberapa aspek, yaitu pemantapan mutu internal (PMI), pemantapan mutu eksternal (PME) dan pengawasan terus menerus terhadap efisiensi laboratorium (surveillance of proficiency), sehingga data yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh suatu laboratorium selalu teliti, tepat dan dapat dipercaya.
Pemantapan mutu internal dilakukan untuk mengetahui ketelitian (precision) dan ketepatan (accuracy) dari sistem pemeriksaan yang dipakai, sedangkan pemantapan mutu eksternal untuk membandingkan hasil pemeriksaan laboratorium yang bersangkutan terhadap hasil pemeriksaan laboratorium lain. Setiap laboratorium harus melakukan program pemantapan mutu internal di laboratorium masing-masing secara rutin setiap hari. Hasil PMI ini harus memberikan mutu hasil yang baik sebelum laboratorium tersebut membandingkan dirinya dengan laboratorium lain dalam suatu program PME.
Permasalahan yang terjadi di lapangan, apakah laboratorium klinik di laboratorium rumah sakit/klinik ataupun laboratorium klinik swasta telah yakin bahwa hasil pemeriksaan laboratorium yang dikeluarkan terjamin ketelitian dan keakuratannya? Apakah telah melakukan program pemantapan mutu dengan benar? Apakah menggunakan bahan kontrol yang baik? Apakah telah membuat sistem pencatatan/pelaporan serta evaluasi dengan baik dan benar?
Melihat pentingnya program pemantapan mutu laboratorium ini, Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UGM dan Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, akan mengadakan kegiatan Workshop Pemantapan Mutu Laboratorium Klinik, yang ditujukan untuk pekerja laboratorium klinik baik analis maupun dokter yang menjadi penanggung jawab maupun pemerhati laboratorium klinik.
Dalam workshop ini akan dibicarakan tentang konsep quality control, pra analitik pemantapan mutu internal, teknik quality control, aplikasi sistem pencatatan dan pengolahan serta evaluasi hasil pemantapan mutu internal. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat langsung mengaplikasikan materi yang didapat di laboratoriumnya masing-masing, sehingga hasil laboratorium yang dikeluarkan terjamin ketelitian, keakuratannya dan dapat dipercaya oleh pengguna jasa laboratorium.

Tujuan :
Diharapkan workshop dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pekerja laboratorium untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan mengerti dan memahami implementasi konkrit dari quality control (QC) laboratorium secara benar/ konsisten termasuk juga aplikasi maupun evaluasi untuk continual improvement.Manfaat pemantapan mutu laboratorium sendiri adalah :
- Meningkatkan kualitas hasil peneriksaan laboratorium (presisi dan akurasi baik).
- Kepercayaan klinisi maupun para pengguna jasa laboratorium terhadap hasil laboratorium meningkat.
- Merupakan suatu metoda pengawasan yang efektif dilihat dari fungsi manajerial.
- Untuk melakukan pembuktian apabila terdapat hasil yang meragukan oleh pengguna (konsumen) laboratorium karena sering dianggap tidak sesuai dengan gejala klinis.
- Meningkatkan moral personil laboratorium, yang pada gilirannya akan meningkatkan disiplin kerja.
- Penghematan biaya pasien karena berkurangnya kesalahan hasil sehingga tidak perlu ada duplo (pemeriksaan ulang)

Peserta Workshop :
Dokter penanggung jawab laboratorium (umum/spesialis), analis laboratorium, Residen, mahasiswa, pemerhati laboratorium klinik.Peserta workshop dibatasi 40 orang.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Waktu : Kamis dan Jumat, 4 – 5 Maret 2010
Tempat : Inst. Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito dan Gd. Radioputro Lt.5, FK UGM

Penyelenggara :
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UGM dan Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Topik dan Pembicara
Acara Hari I
07.30 – 08.00 Registrasi
08.00 – 08.30 Pembukaan
08.30 – 08.55 Pemantapan Kualitas dalam Laboratorium Klinik Oleh: Prof. dr. Budi Mulyono, MM, SpPK(K)
08.55 – 09.20 Pemantapan Waktu Mutu Bidang Kimia Klinik Oleh: dr. Harjo Mulyono, SpPK(K)
09.20 – 09.45 Jenis – jenis kartu kontrol dan Aplikasi Westgard’s Rules Oleh : dr. Harjo Mulyono, SpPK(K)
09.45 – 10.15 Diskusi
10.15 – 10.40 Rehat kopi
10.40 – 11.05 Pemantapan Mutu Bidang Hematologi Klinik Oleh: dr. Setyawati, SpPK(K)
11.05 – 11.30 Pemantapan Mutu Urinalisis Oleh : dr. Windarwati, SpPK(K)
11.30 – 11.55 Pemantapan Mutu Bidang Mikrobiologi Klinik Oleh: dr. Kismardhani, M.Sc, SpPK(K)
11.55 – 12.30 Diskusi
12.30 – 13.30 Materi sponsor dan Makan siang

Acara Hari II
07.30 – 08.00 Registrasi
08.00 – 08.25 Pengantar : Prinsip Dasar Oleh : dr. Usi Sukorini, M.Kes, SpPK(K)
08.25 – 10.25 Skills : Quality control Kimia Klinik
10.25 – 10.45 Rehat kopi
10.45 – 12.00 Skills : Quality control Hematologi Klinik
12.00 – 13.30 ISHOMA
13.30 – 14.30 Skills : Quality control Urinalisa
14.30 – 15.30 Diskusi
Fasilitator :
dr. Harjo Mulyono, SpPK(K)
dr. Setyawati, SpPK(K)
dr. Windarwati, SpPK(K)
15.30 – 16.00 Penutupan

Biaya Pendaftaran :
Sebelum tanggal 20 Februari 2010 Rp. 1.000.000,00
Sesudah tanggal 20 Februari 2010 Rp. 1.100.000,00
Biaya dapat ditransfer ke rekening 137-00-9901378-7 an. Umi S. Intansari, Bank Mandiri Cabang RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Fasilitas
- Gratis mengikuti Seminar : Sindrom metabolik: aspek laboratorium dan penatalaksanaannya (Sabtu, 6 Maret 2010 di Fak. Kedokteran UGM Yogyakarta).
- Seminar Kit- Sertifikat (Akreditasi IDI)
- Snack dan makan siang

Informasi dan Pendaftaran Sekretariat Panitia :
- Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UGMGedung Radiopoetro lantai 5, Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta
Contact person:
Yuli (E-mail. yulirahmi@yahoo.com)
Telp. 0274-7103748 (Hp. 08121592645)
- Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr Sardjito
Contact person:
Theresia, Telp dan faks. 0274-518687 (Hp. 08164897239)
Erma (Hp. 081328356986)
dr. Dwi Kurniawan (Hp.081392931509/E-mail: dwi_pkugm@yahoo.co.id)

SUSUNAN PANITIA
Pelindung :
Dekan FK UGM
Direktur RSUP Dr. Sardjito

Penasehat :
Prof. Dr. Budi Mulyono, SpPK(K), MM
Kepala Bagian Patologi Klinik FK UGM Yogyakarta
Kepala Instalasi Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito

Ketua : dr. Windarwati, SpPK(K)
Wakil Ketua : dr. Elizabeth Henny Herningtyas, MSi., Ph.D

Sekretaris :
dr. Tri Ratnaningsih, MKes, SpPK(K)
dr. Andaru Dahesihdewi M.Kes, SpPK(K)

Kesekretariatan :
Theresia Ismiyati, SE
Erma Susi Wahyuni
Yuli Rahmi Kusuma, ST

Bendahara :
dr. Umi Solekhah Intansari, M.Kes, SpPK(K)
Dwi Martanti, S.Psi

Seksi Acara :
dr. Kismardhani, M.Sc, SpPK(K)
dr. Dea Noviana dr. Ester Tri Rahayu

Seksi Ilmiah :
dr. Teguh Triyono, M.Kes, SpPK(K)
dr. Sri Tentrem, SpPK dr. Ira Puspitawati M.Kes
dr. Riswan HK

Seksi Perlengkapan :
dr. Mulyadi
dr. Arlan Prabowo
dr. Satria Purnama N
dr. Ardian

Seksi Dokumentasi, Publikasi, Dekorasi :
dr. Dwi Kurniawan
dr. Bambang Hendriawan
dr. Mohamad Rizki

Seksi Konsumsi :
dr. Noor Kamariah
dr. Yusnita
dr. Lucyana

2 komentar:

Cerita Tugu mengatakan...

alat lab cangging,yang mengoperasikan juga harus canggih sehingga hasilnya akurat

Hendriawanz mengatakan...

Prinsip Cepat Akurat Tepat, pak.