Minggu, 07 Februari 2010

Toko buku yang kuinginkan



Kalau sudah di toko buku, yang buku-bukunya bisa dibaca, bukannya dipajang di rak dan disegel dengan plastik, rasanya seneng. Kayak kemarin, walaupun berdiri tetep asik-asik aja tuh bacanya. Jadi ingat, katanya ada toko buku yang bener-bener “memanjakan” pengunjung, dengan menyediakan ruang baca cukup luas lengkap dengan meja kursi empuk. Jadi pengunjung bener-bener bisa memilih buku yang diinginkan di rak, untuk kemudian membacanya dengan nyaman di ruang baca. Wah, bisa betah kalau di situ. Di mana ya itu, di Jakarta apa ya?

Lain dengan toko buku di sini, ya itu tadi. Ada yang disegel, ada juga yang bisa dibaca, tetapi sambil berdiri. Ini masih untung. Ada toko buku yang semua bukunya disegel, jadi kalau mau baca, beli dulu. Kesan pertama jadi “tidak ramah”. Tapi namanya kesan, subyektif. Berbeda-beda.

Pastinya ada alasan buku disegel. Waktu aku baca 1 buku di situ, tentang kode-kode HTML yang sering dipakai para blogger, aku sempat terhenyak waktu sampai di halaman tengah. Hilang 1 lembar ! Ada bekas sobekan di situ. Hhhffff…beginikah cara untuk mendapat ilmu? Tentang yang nyobek, apakah orangnya buta huruf, kalau yang disobek adalah halaman tentang kode HTML?

Yaah, sekarang gimana? Pengin banget bisa membaca di toko buku yang menyediakan ruang baca yang nyaman. Tapi di sisi lain, pantaskah ?
--------------------------------------------------- link gambar

28 komentar:

hendro mengatakan...

saya juga pernah mengalami itu dan belum lama kejadiannya,1 bulan yang lalu,,ketika saya berjalan2 di gramedia,,padahal itu gramedia lho bang,,toko buku besar,,yang menyedihkan lagi bukunya berjudul cara hacking facebook,,
ko ada orang yang mau membuat buku seperti itu,kenapa judulnya bukan cara membuat facebook,,

Ivan Kavalera mengatakan...

Orang yang menyobek itu mungkin lagi lupa bawa uang kali ya hihiih..

catatan kecilku mengatakan...

Memang tak semua toko buku menyediakan ruang baca... Selama ini memang ada yg mengijinkan baca meski harus sambil berdiri. Kebanyakan sih melarang pengunjung membaca buku-2 yg dijual itu. Mungkin saja mreka merasa rugi kalau menyediakan ruang baca, takut buku2nya tak terbeli... :D

the others.... mengatakan...

Waduh.., keterlaluan tuh yg nyobek buku. Kalau begitu kan membuat pihak toko buku gak bakal ngijinin lagi baca di tokonya.. dan semua buku bakal disegel deh.

aan mengatakan...

nyobek buku?hmmm,,itu namanya korupsi hehe

kunjungan perdana salam kenal,
nge follow,
di tunggu kunjungan baliknya..
makasih

aan

Lilah mengatakan...

Ya ampun, ikut kaget jg ttg kelakuan org yg nyobek buku itu, curang setengah mati, mgk dlm hidupnya org tsb dipenuhi dg tindakan-2 negatif tanpa mikirin kepentingan org byk, !!??

vany mengatakan...

wah, kyknya di kota saia jarang bgt menemukan toko buku senyaman itu, mas...
rata2 pasti penjaga toko bukunya ngomel2 kalo kita kelamaan baca bukunya, padahal kita gak beli...hehehe

Fanda mengatakan...

Hen, kalo toko buku disediain ruang baca, bukankah akan ada banyak org yg ga jd beli krn udah baca sampe habis? Menurutku Gramed sekarang udah bagus, nyediain tempat duduk. Kalo aku, biasanya aku akan keliling dulu cari buku yg kira2 bagus. Setelah itu aku akan minta pegawai di bag. informasi buat bukain segel semua buku (dgn senang hati mereka bersedia kok). Trs aku cari tempat duduk, dan baca sepintas semua buku. Buku yg aku sreg aku beli, yg ga jd beli aku kembaliin ke bag. informasi.

Aditya's Blogsphere mengatakan...

ealah bang...ternyata bener kata bang iwan.....mungkin yang nyuri halaman buku itu adalah blogger yang ga bisa beli buku...hehe jadi numpang ngambil ilmu gratisan....ya ampun......

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, toko buku bakal rugi kalo ada meja utk baca buku. mereka juga gak mau dong jual buku yg sering2 dibuka tapi gak dibeli, makanya disegel tuh. apalagi kalo ada pengunjung yg suka robek buku. wah, itu sama aja dg mencuri. walaupun cuma 1 halaman.

Elsa mengatakan...

ada ya yang nyobek gitu?tega banget yaa....

i'm back!!!

Inuel^-^ mengatakan...

aku ngga pernah ke toko buku, pernah tapi jarang :D< bisa diitung jari, hehe, mungkin thu aksi bals dendam kali yah heheh

nyunz mengatakan...

MAs Hendriiiiiiiiiiiiiiiiii :D, aku dateng mas, kasian kalo aku ngga ikud komentar :-P, kasian inuel , udah sendirian, ngga dikancani maneh :D

Hendriawanz mengatakan...

hendro
halamannya disobek nggak bro?
ok, baru dari situ,WB. blum ada kelanjutannya ya.

Hendriawanz mengatakan...

Ivan Kavalera
Hm..bisa..bisa, Bro..hahahaha!

Hendriawanz mengatakan...

mb Reni
iya mb, jadi ikutan kena dampaknya.

anazkia mengatakan...

Yang nyobek itu sungguh keterlaluan :( kalau saya pribadi, gak mau baca lama2 di toko buku. Malu :) kecuali beli dulu hehehe..

Hendriawanz mengatakan...

aan
pemikiran yang menarik bro. barusan BW ke sana.

Hendriawanz mengatakan...

Lilah
begitulah, ini berusaha menguntungkan diri-sendiri, dan di saat yang sama, menyusahkan orang lain..

Hendriawanz mengatakan...

vany
masa' sh? barusan BW dari situ. di surabaya kan?

Hendriawanz mengatakan...

Fanda
oh, belum pernah nyoba gitu sh.
btw ni link-nya kok cuma halaman kosong ya?

Hendriawanz mengatakan...

Aditya's Blogsphere
yah, baca saja sudah gratis, ini maunya lebih.

Fanda mengatakan...

@Hendri: Bisa kok linknya dibuka. Mungkin inetnya yg lagi lelet... Itu pengalihan ke alamat ini: http://vixxiobukubekas.blogspot.com. Thanks udah mampir ya!

sewa mobil murah mengatakan...

terkadang aku juga senang baca buku di toko buku
enak gratis gak bayar.
hehehe

Hendriawanz mengatakan...

Sang Cerpenis
iya mb. berhasil mencuri yang kecil, nanti bisa2 tergoda mencuri yang lebih besar.

Hendriawanz mengatakan...

mb inuel
nggak pernah ke toko buku, tapi internet-an ngebutt..mendahului yang lain..hehe
ni jaman sekarang apa2 internet, apa2 internet, buku aja jadi ebook.

Hendriawanz mengatakan...

anazkia
Iya. Kalau sudah dibeli sih, mau disobek-sobek dipersilakan. Sering beli ya? Tapi kemudian tidak disobek kan..:)

Hendriawanz mengatakan...

Elsa
sudah pulang? syukur dh..:)
oleh2 ceritanya di blog menarik