Minggu, 21 Februari 2010

Tiga Perbedaan Besar

Tau – Tidak Tau
Ada gak yang belum pernah ke puskesmas? Yah, walaupun berbeda-beda, tetapi secara umum, gedungnya sederhana, dalam arti gak terlalu luas. Biasanya bagian depan, loket pendaftaran, ruang periksa, dan ruang obat. Laboratorium di belakang. Dari jauh pun sudah kelihatan jelas, ruangan-ruangan tersebut.
Tetapi coba di rumah sakit besar. Jangankan untuk ke bagian poli, ke loket pendaftaran pun harus tanya sini-situ. Sesudah di loket pendafataran mau ke poli penyakit kulit misalnya, harus tanya lagi. Lanjut lebih ke dalam, bagian bangsal. Sudah gedungnya bertingkat, banyak lagi. Lantai berapa sudah bener, tapi kalau salah gedung? Ada juga yang sudah berputar-putar, akhirnya bertanya lewat mana kalau mau keluar dari rumah sakit, padahal ternyata jalan raya hanya 20 m di sisi kiri.
Memang ada sh petunjuk2 di beberapa lorong. Tetapi kenyataannya lebih banyak pengunjung rumah sakit bertanya kepada siapa saja asal berbaju putih atau memakai seragam rumah sakit. Entah petunjuknya yang kurang, atau pengunjung merasa lebih mantap “potong kompas”, bertanya. Tetapi yang jelas semakin banyak lorong, semakin susah mencari tempat yang tepat untuk memasang petunjuk ruangan.
Ada rombongan ibu yang akan mengunjungi rekan yang mondok. Pintu bangsal sudah lama dibuka karena memang pas jam berkunjung. Mengumpulkan anggota rombongan butuh waktu lama. Ternyata tidak ada yang tau di mana bangsal D2. Sesudah jalan berputar-putar, akhirnya ketemu juga. Tetapi waktu berkunjung sudah sangat sempit, tidak semua sempat kamar pasien. Dari sisi pengunjung, tentu kecewa. Coba tau lokasinya.
Kasus lain, ada kan acara TV yang di dalamnya peserta duduk di “kursi panas” menjawab pertanyaan, jika benar dapat uang. Waktu itu ada seorang peserta yang sudah menjawab benar terus untuk tiap2 pertanyaan, sampai uang mencapai 500 juta rupiah. Tinggal 1 pertanyaan puncak, jika menjawab benar, dapat 1 M. Karena tidak tau jawabannya, pertanyaan dilepas. Coba seandainya tau jawabannya, enak, tinggal ngomong. Memang, mudah sekali kalau tau. Cuma, proses untuk menjadi tau ini yang susah. Butuh usaha.

Bisa – Tidak Bisa
Gitar. Ringan, mudah ditenteng, namun demikian dapat memperbaiki suasana hati. Cowok boleh berbesar hati karena gak sedikit cewek yang seneng ndengerin lagu diiringi gitar. Sering juga ikut nyanyi. Suasana jadi lebih akrab.
Seandainya nh, suka sama seseorang. Nanya sana-sini kesukaan cewek itu.. Akhirnya tau bahwa cewek itu suka nyanyi, suka ndengerin orang nyanyi juga. Trus pengin menyenangkan hati si cewek. Waktu pedekate, datang ke rumah si cewek, kebetulan pas di situ ada gitar nganggur. Modal tampang, gak bikin kecil hati. Modal suara, pede aja, bagus. Tapi gak bisa main gitar. Nah !? Dengan sangat terpaksa, keinginan yang sudah di ubun2, terpendam dalam2. Masa mau nyanyi tanpa iringan di depan cewek itu? Tapi, seandainya bisa main gitar, bulan bintang pun akan datang mendekat kali, meramaikan suasana. Dan kalau memang bisa, apa susahnya? Sangat mudah. Tapi untuk mencapai bisa ini yang butuh usaha.

Punya – Tidak Punya
Waktu tugas di Gunungsitoli, gak seperti sekarang, waktu itu susah mau cari warnet. Padahal cuma mau download 1 email aja. File-nya juga bukan multimedia, tapi teks, ringan kan? Keinginan yang sederhana. Sesudah melaju sekian kilo, dapatlah 1 warnet. Pakai dial-up. Ribet banget aturan di warnet tersebut. Komputer warnet gak boleh dicolokin USB Flashdisk. Disket, CD gak boleh masuk. Jadi harus langsung dicetak di situ. Nhah.. printer warnet rusak.! Tapi, mank ada pilihan lain? Jadilah kita sewa. Lambatnya minta ampun. Mau buka homepage nya aja gak mampu. Putus di tengah jalan. Mulai lagi dari awal. Putus lagi. Gitu terus. Nyampai 1 jam, gak bisa buka 1 halaman pun. Ya sudah. Cabut. Ee, sampai hampir lupa, langsung keluar warnet, gak bayar. Rp 12.000,- Kan bisa akses maupun tidak, tetap bayar kan.
Sampai di mess, ada rekan di sana yang punya akses internet. Jadi, di dekat mess ada hotspot, gak cuma 1 malah, tapi 3. Tau kecepatannya..? Wusss…wusss! Mau download file apa? Berapa mega? Musik? Video? Yaah, kalau Cuma file teks sh gak masuk itungan.
Tapi kita kan gak punya akses?

44 komentar:

Newsoul mengatakan...

Ya, itu baru 3 perbedaan ya Hen. Sudah bikin kita kelimpungan. Begitulah hidup. Nice post.

Lifestyle mengatakan...

untuk ga diterakin yg punya warnet gara2 lupa bayar... hehe
blog nya juga ku follow y...

nyunz mengatakan...

tau ngga tau, dan bingung serta sedikit membingungkan, memang begitu keadaannya :D, mumet :D

Inuel^-^ mengatakan...

wes mas, ndang tidur, ojok ngronda ae, weheheh

aan mengatakan...

iya ini baru tiga udah bikin mumet,,

fanny mengatakan...

duh, akhirnya bisa juga koment. lelet nih inet.
susah juga ya kalo di warnet gak bisa kirim email. warnetnya bisa nggak laku dong.

Kristanto Wds mengatakan...

ya begitulah hidup.... Baru 3 aja udah kayak gitu.... keren... lanjutkan.... hehehehehehehehe

Hendriawanz mengatakan...

mb fanny
kok sama ya, di sini juga tumben lelet..
wktu itu hanya itu satu-satunya warnet
tapi sekarang minimal sudah ada 2 yang jauh lebih baik..
namanya pas lagi butuh mb warnet jelek pun tetap ke situ..:(

Hendriawanz mengatakan...

Newsoul

menjadi pemicu jg utk berusaha mb..:)

Hendriawanz mengatakan...

mb inuel
kalau masalah ronda..kalah deh..:D

Hendriawanz mengatakan...

Kristanto Wds, aan

cukup 3 saja..:)

berita untuk negri mengatakan...

hehehehe..benar memang itu tiga perbedaannya, si abang paling bisa,,main ke blog saya bang..

genial mengatakan...

gpp kang sesekali nyanyi di depan cewe tanpa iringan gamelan sii :( coba ajja.. sapa tau maknyus :)

NURA mengatakan...

salam sobat
memang mudah kalau sudah tahu,,kalau belum tahu ya,,berusaha untuk cari tahu biar tahu ya,,
perbedaan banyak ngga cuma 3 atau 4 mas,,kalau tahu,,

Ivan Kavalera mengatakan...

Mas pasti jago main gitar ya.

RCA 102,5 FM BULUKUMBA mengatakan...

MAMPIR BACA-BACA DULU. MAAF CUMA SEBENTAR.

anyin mengatakan...

renungan apik mas... dan untuk yg pertama. hahahha benci obat,suntik, tapi dalam waktu dua bulan masuk RS dua kali ahahaha. udah deh ngga lagi2.

Alrezamittariq mengatakan...

intinya ilmu bro...
semua ada ilmunya..hehe...

Seiri Hanako mengatakan...

kunjungan perdana...
eh dokter ya??
hehehehe
salam kenal ya dok..
^^

eka mengatakan...

koq yang dipilih 3 hal itu ya?
hehhehe....
any particular reason?

richo mengatakan...

wah gitar..... dulu ce ku kalo aku pegang gitar nyayi bukane seneng malah di suruh pacaran ma gitar hehehe

Fanda mengatakan...

Hidup itu memang selalu tak sempurna. Klo semuanya ada, maka buat apa lagi hidup? Bukankah hidup itu proses utk mempunyai, proses utk mengetahui dan proses utk menjadi mampu?...

Abi Sabila mengatakan...

tahu, tidak tahu, belum tahu atau tidak mau tahu. rasanya yang terakhir ini yang perlu diluruskan, tidak mau tahunya yang bagaimana dulu

Elsa mengatakan...

hhm...bagitu banyak yang dibicarakan yaa...

yang pertama, aku belom pernah ke puskesmas. seumur hidupku... mengenaskan sekali ya? sampe setua ini gak tau yang namanya puskesmas kayak apa.

setuju sama pernyataan, proses untuk menjadi TAHU itu sudah dan butuh pengorbanan. ada kalanya, ketidaktahuan itu dimaafkan. tapi kan, sebenarnya semua orang wajib untuk tidak berhenti mencari "tahu". seumur hidupnya. apapun itu...

yang kedua, untuk mencapai BISA, aku pikir pengorbanan dan proses untuk mencapai BISA ini sedikit di atas menjadi TAHU. sedikit lebih berat. bukan begitu??

kalo cuman tau aja sih gampang,
Bisa nya yang belom tentu...

nah yang ketiga, untuk punya... lebih susah lagi kayaknya.
waduh, kepanjangan yaa....

udah ah, ntar dikira nyepam

buwel mengatakan...

Ehm, memang proses tidak tahu menjadi tahu bisa menjadi bisa kudu diusahain ya, tentu ntar akan punya tahu dan bisa... hehehehe

a-chen mengatakan...

tiga perbedaannya ngemasnya asyiik neh mas...
ehmmm memang hidup harus berjuang ya untuk mendapatkan hal2 itu...

JHaZKiTaRo mengatakan...

salam dari bumi Dublin, Ireland.. blog walking.. sila2 lawat blog saya pula ya.. :)

Hendriawanz mengatakan...

berita untuk negri
barusan dari situ bro..:)

Hendriawanz mengatakan...

genial

wah, deklamasi ..:D

Hendriawanz mengatakan...

NURA

yah, tiga saja deh, cukup nh..hehe

Hendriawanz mengatakan...

RCA 102,5 FM BULUKUMBA
silakan. trims :)

Hendriawanz mengatakan...

Ivan Kavalera

Nggak bro. Sekedar bisa untuk diri sendiri.
Thanks for the visit.

Hendriawanz mengatakan...

anyin
he? napa? komplikasi pen ?

Hendriawanz mengatakan...

Alrezamittariq
trims :)

Hendriawanz mengatakan...

Seiri Hanako
salam kenal juga. trimakasih sudah mampir..:)
barusan dari sana..banyak renungan di sana..

Hendriawanz mengatakan...

eka
ya.. dari sekian renunganku, kucoba menyederhanakan. ketika sampai di ketiga hal tersebut, tentang tau-bisa-punya, sudah tidak bisa di"peras" lagi.

Hendriawanz mengatakan...

richo
hahaha..!!

Hendriawanz mengatakan...

Fanda
trims mb..:D

Hendriawanz mengatakan...

Abi Sabila
Terima kasih sudah berkunjung sobat.
Yang saya kemukakan di sini memang saya maksudkan sebagai bentuk pokok, saya peras sampai bentuk yang paling sederhana, Ya-Tidak.

Bisa, silakan sobat, jika akan dilanjutkan ke arah tidak mau tahu, tidak mau bisa, tidak mau punya, atau pemikiran lain yang lebih kompleks lagi. Setiap orang dipersilakan menambah dengan berbagai elemen yang ada sesuai pemikiran masing-masing, dan semoga menjadikan kebaikan bagi masing-masing.

Hendriawanz mengatakan...

Elsa
yang pertama, terima kasih ya atas apa yang tertulis di situ.
yang kedua, lum pernah ke puskesmas ? aku ambil positifnya, semoga selalu sehat :)
e, aku senang kok membacanya, itu nggak spam bagiku, karena itu berguna. kalimat sedikit kalau "kosong", menurutku itu baru spam.

Hendriawanz mengatakan...

a-chen,buwel

trims mas..
baru dari sana. mantap artikelnya..

Hendriawanz mengatakan...

JHaZKiTaRo
barusan dari sana bro.

aisyah muna mengatakan...

sunnahtullah..Tuhan menciptakan segalanya berpasang-pasangan...
ada baik ada buruk..
ada baik ada jahat..

ada bisa ada tidak bisa..
^__^

Hendriawanz mengatakan...

aisyah muna
yupz ! thanks :)