Jumat, 19 Februari 2010

Buku yang kubaca

Weeww…! Rupanya aku nggak ngasih tau ke berita untuk negeri kalau aku nggak punya banyak buku. Lhoh..fhefhaangnya szudah ngasih tafuw ke siafhaa aja kalau nggak fhuunya fhaanyak fhuuku? Kok kami nggak denger? Trusszz, fhefhangnya kalau nggak fhuunya fhaanyak, terus nggak dapat tag…:D

Aku senyum-senyum sendiri membayangkan, seandainya…sobat-sobat lagi kumpul-kumpul di api unggun, bakar-bakar ayam, lalu makan bersama, lalu spontan menyahut begitu dengan mulut yang masih penuh dengan nasi, sambil membalikkan badannya ke arahku dan tangan masih memegang ayam paanggang siap dilemparkan ke arahku untuk menjawab celetukanku itu…hahaha. Aku membayangkan, tag itu berupa undian untuk ngisi acara sesudah makan malam di situ. Dan undian itu jatuh kepadaku. Jadi ceritanya kita ngadain acara kemah bersama di pegunungan. Masing-masing bawa ayam untuk makan malam. Sialnya…ayamku lepas di tengah perjalanan naik gunung. Sudah kukejar-kejar rupanya tetap kalah cepat dengan larinya si ayam itu..Weh, sudah! Kok berandai-andai..hahaha. Oke Bro, kucoba semampuku :)

Buku-buku yang di lemariku lebih merupakan buku yang ‘harus’ aku punya, padahal penginnya banyak :)

1.Inferensi Kausal
Editor Kenneth J. Rothman, diterbitkan oleh Yayasan Essentia Medica bekerja sama dengan penerbit ANDI. Diterjemahkan oleh Dr. Rossi Sanusi, PhD. Buku setebal 228 halaman ini adalah buku yang memang pengin aku beli. Buku ini mengungkapkan bagaimana ilmu pengetahuan empirik maju dan berkembang. Berbeda dengan pengetahuan lengkap-diri seperti matematika yang bertambah melalui suatu himpunan prinsip-prinsip yang dinamakan logika deduktif yang merupakan himpunan peraturan-peraturan untuk membuat kesimpulan-kesimpulan yang benar berdasarkan premis-premis yang benar, maka pengetahuan empirik tampaknya bertambah melalui metode yang berbeda. Ni ku tulis sambil melihat bukunya, karena menyangkut poin yang penting.
Di luar ilmu-ilmu fisika, banyak pengetahuan ilmiah terdiri atas sekumpulan pernyataan kausal, yang dengan pernyataan-pernyataan itulah pengetahuan ilmiah tersebut bertambah. Validitas proses inferensi yang melahirkan pernyataan baru untuk menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah yang sudah ada memang sudah sejak jaman dahulu kala menjadi perbebatan. Dalam menginferensi, harus diingat post hoc ergo propter hoc, “setelah ini dengan demikian disebabkan ini”. Walaupun ayam jantan berkokok sebelum matahari terbit, adalah keliru menginferensi ayam jantan yang menyebabkan matahari terbit. Diulang 1000 kali pun tetap keliru. Oleh karena itu pengulangan tidak menambah pengetahuan, demikian yang disampaikan oleh ahli-ahli dari kalangan falsifikasionist. Namun demikian ahli-ahli dari kalangan induktivist percaya bahwa pernyataan-pernyataan berguna bisa ditarik dari pengamatan yang berulang-ulang (istilah falsifikasionist, induktivist kuambil dari buku ini).
Terjadi perdebatan mengenai bagaimana pengetahuan ilmiah bertambah, tetap terjadi sampai jaman sekarang, bahkan bisa sangat tajam. Dan itu yang terjadi dalam satu simposium tentang inferensi kausal, suatu topik yang walaupun dari sekian pembicara, hanya 1 yang dari departemen filsafat (University of North Carolina) namun topik simposium ini adalah murni filsafat. Perdebatan antara induvitist dan falsifikasionist sangat tajam, dan beberapa sejawat dari editor berpendapat bahwa simposium ini memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang begitu penting bagi para ilmuwan, sehingga makalah tentang inferensi kausal oleh para pembicara, kritikan terhadap makalah oleh para ahli, dan tanggapan balik pembicara atas kritikan tersebut disusun menjadi buku ini.
Buku ini sampai sekarang masih sering kubaca-baca, bacanya lompat-lompat, sekenanya. Kubaca ulang-ulang karena tidak jarang ada pemikiran di situ yang walaupun dikritik secara tajam, menurutku belum tentu salah. Dan sebaliknya ada pemikiran yang didukung, tapi aku susah memahaminya..sampai mengantuk :).

2.Molecular Biology of The Cell
Ini buku yang “harus” kupunya. Oleh Bruce Alberts et al., edisi keempat, penerbit Garland Science. Yang ini tebal deh, kalau susah untuk disebut sangat tebal, 1463 halaman. Berat, jadi males bawanya. Dijamin tidak baik untuk kesehatan badan kalau dipukulkan di kepala. Bab I (Introduction to the Cell) sampai Bab 25 (Pathogen, infcction, and innate imunity). Di sini bisa mbaca tentang sel, DNA, bagaimana replikasi, reparasinya, ekpresi gen, kultur, kloning…nggak lah kalau kubaca dari huruf pertama sampai terakhir. Kucomot-comot aja, mana yang kira-kira lagi nyangkut di kepala, dan memang “harus” dibaca. Tapi yang cukup banyak kubaca ulang, cukup kusuka di bagian sistem imun, terutama tentang limfosit B dan T. Mengikuti “kisah”-nya, nggak habis-habis. Apalagi terus-menerus berkembang. Kecilnya kita manusia, nggak tau apa-apa.

3.TIETZ textbook of Clinical Chemistry and Molecular Diagnostics
Ini juga buku yang “harus” kupunya. Oleh Carl A. Burtis et al., edisi keempat, penerbit Elsevier Saunders. Dulu kupikir buku no. 2 itu yang paling tebal yang kumiliki, eeh ini ternyata lebih lagi. Sampai ke Section VII. Appendix, 2318 halaman. Ni bener-bener nggak usah dilempar deh, cukup dijatuhkan aja ke kepala. Isinya macam-macam sh, termasuk prinsip-prinsip penggandaan DNA, prinsip pengukuran analit misal dengan chromatography, spectrometry, immunoassay, tumor marker. Yang ini juga sama, comot aja yang perlu dibaca. Tapi yang sering kubaca ulang tu tentang spectrophotometry. Menurutku buku yang tidak tebal pun tetap bisa dibaca. Idenya sama, cuma makin tebal karena makin spesifik yang dibahas. Seperti anatomi fisiologi organ-organ tubuh, dibahas di buku ini, lalu secara spesifik dikaitkan dengan parameter pemeriksaan. Weh…nggak lah kalau baca semuanya. Kalau muntah kan pengin minuman hangat. Nah, itu yang susah nyarinya. So, kalau pas presentasi ilmiah, dibaca aja yang terkait.

4.Practical Diagnosis of Hematologic Disorders
Oleh Carl Kjeldsberg et al., edisi kedua. Ini buku yang “harus” juga. Baru-baru ini keluar edisi keempat, malah 2 jilid. Mana ukurannya lagi, lebih besar. Tapi ya gimana lagi, namanya juga “harus” (uhfff..kantongku..dompetku..!!). Kalau yang edisi kedua seperti buku saku tapi lebih besar dikit, tebalnya 774 halaman. Ini yang cukup sering kubaca di bagian leukemia, karena harus bener-bener lihat morfologi sel darah. Kalau pas melihat sel-sel nya, tidak jarang buku ini di samping kita.

5.How to Prepare for the TOEFL
Oleh Pamela J. Sharpe, PhD, edisi ketujuh, penerbit Binarupa Aksara. Kalau ini sh bukan mau persiapan TOEFL, cuma kadang ada yang pengin dibaca. Yang sering kubaca ulang tu Problems with Wishes, Factual Conditionals, Would Rather, Would Rather That, Know and Know How. Tebalnya 306 halaman. Jadi ini buku yang punyanya bukan karena disuruh. Sekedar baca, semaunya aja.

6.Garfield
By Jim Davis, penerbit Nexx Media. Komik nih, aku seneng. Ada 3 buku, Garfield goes to waist, Garfield takes his licks, dan Garfield takes up space. Menurutku tidak semuanya lucu sh, tapi namanya juga seneng komik..hehehe. Dah pokoknya untuk hiburan deh.

Huhhff…huhhff..ini aja yang dah. Ada sh sebenarnya di lemari, tapi harus bongkar-bongkar lagi.

Istirahat ahh..! Hm, sambil istirahat, mau majang award dari dik Shasa, masih SD tapi sudah pandai bikin-bikin award. Tapi kemarin sakit demam. Istirahat yang banyak dik, semoga cepat membaik dan sembuh ya..
Di situ ada 5 award, aku suka yang Forever Friends. Silakan diambil,ini dia …..



Oya, dibilang tag ini supaya diwariskan ke 10 teman. Mula-mula aku nggak gitu berminat..pastilah sobat di sini sudah terlebih dulu dapat daripada aku. Tapi begitu kubaca kelanjutannya, bahwa tag ini tidak berlaku lagi bagi yang sudah pernah dapat, maka semangatlah aku…heheh. Ini dia…

1. Aku anak Indonesia
2. Curhatan iseng
3. Yellow Life
4. Tulisanku, kata hatiku
5. Sang Cerpenis bercerita
6. Nindalicious blog
7. Curhat Fanda
8. Catatan kecilku
9. Simple life
10. Nuranuraniku

Mohon maaf sekali lagi, buku-buku yang kusebut di atas adalah yang "harus" dan smpai sekarang kudu dipegang juga, jadi nggak menarik ya. Ah..kapan ya aku bisa beli buku yang memang aku "pengin"..

Jadi tag ini, diharapkan sobat sekalian membagi/share buku yang pernah dan masih menjadi referensi hingga saat ini. Lalu diharapkan juga tag ini diestafetkan ke 10 yang lain, kalau sudah pernah dapat tidak perlu membuat dua kali.

27 komentar:

berita untuk negri mengatakan...

Inferensi Kausal,,aku masih menyimpan bukunya tapi ga pernah aku baca,itu peninggalan dari mba ku yang sudah almarhum,,makasih bang udah di kerjakan tagnya,,saya juga baru dapat award bingung mau kasih ke siapa,akhirnya saya kasih ke semua orang,hehehehe,, keep on blogging

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

selamat awardnya. terima kasih ya awardnya. aku save dulu

isti mengatakan...

selamat atas awardnya ya..btw, buku yg dibaca ga ada yg sama ck..ck..

NURA mengatakan...

salam sobat
selamat atas awardnya dan Tag buku yg dibaca mas,,
semuanya berbobot dan banyak ilmu.
trims saya diberi warisan ini,,waduh saya bingung buku apa ya,,seringnya buku islami saja dan Alqur'an, maklum sudah tua.

buwel mengatakan...

woooow, selamat awardnya Mas... dan bukunya buwel belum pernah mbacanya heheeeh.. thanks neh reviewnya..

aan mengatakan...

smoga dengan award tambah semangat bloging,,

Kristanto Wds mengatakan...

Bukunya belum pernah baca aku... selamat buat award nya... sukses selalu pokoknya... :P

anyin mengatakan...

kok buku buat kuliah semuaaa huhuhu (eh bener ngga sih mas?)

Hendriawanz mengatakan...

berita untuk negri
ada juga bro, memang itu rumit

Hendriawanz mengatakan...

Sang cerpenis bercerita

thanks mb..hehe

Hendriawanz mengatakan...

isti
lho..kok link-nya nggak bisa? salah ketik kah?

Hendriawanz mengatakan...

NURA
wah, mb terlalu merendah..
ingin saya memiliki buku yang memang ingin dibaca sperti mb, dan bukannya sekedar buku yang sifatnya harus.
smoga..dan saya percaya ada saatnya nanti bagi saya..

Hendriawanz mengatakan...

buwel
selamat malam mas..:)

Hendriawanz mengatakan...

aan
terima kasih bro

Hendriawanz mengatakan...

Kristanto Wds
tks
sukses juga bro..jangan lupa matikan AC nya..:D

Cerita Tugu mengatakan...

banyak juga bukunya

Elsa mengatakan...

buku-bukunya adalah yang "harus" dan smpai sekarang kudu dipegang juga

maksudnya gimana sih? aku masih bingung. maksudnya buku nya harus yang tetep dibaca sampai sekarang gitu???

Fanda mengatakan...

waduh...kena tag buku lagi. Yang 'harus' itu berarti yg ada di koleksi kita kan? Kalo aku bisa2 semuanya menjadi 'harus'. hehehe...kalo ga 'harus' kenapa beli ya? OK deh, akan aku coba kerjain...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met wiken., mau ambil awardnya. kemarin lupa

catatan kecilku mengatakan...

Makasih udah pajang award dari Shasa.
Doakan Shasa tidak apa-2..., soalnya nanti dia harus tes DLO lagi.

Fanda mengatakan...

Hen, laporan...tag udah selesai dikerjakan. Tolong diperiksa ya (moga2 dapet 100 deh, awas klo ga, hehehe..)

Hendriawanz mengatakan...

Cerita Tugu
barusan dari sana, suwe ora jamu, pak :D

Hendriawanz mengatakan...

Elsa

hehe udah kulengkapi tagnya. jadi buku tagnya membagi/share buku yang pernah dan masih menjadi referensi hingga saat ini. Lalu diharapkan juga tag ini diestafetkan ke 10 yang lain, kalau sudah pernah dapat tidak perlu membuat dua kali.
maaf kemarin keterangannya kurang lengkap..

eka mengatakan...

fiuh...
buku2nya 'terdengar' berat
dokter kah?
hehehhee....
salam kenal....

fanny mengatakan...

wah, aku gak baca dg baik ni.ternyata aku dpt tag juga selain award. waduh, baiklah. aku kerjakan.tapi nanti ya. maaf nih, aku baru tahu dari Fanda. padahal udah mampir kemari. Soalnya, jumat kemarin aku pulang malam. jadi baca postinganmu buru2 banget nih.

Hendriawanz mengatakan...

eka

aku cek link-nya, waduh puisinya..

Hendriawanz mengatakan...

fannya
jumat pun sampai malam mb?
salut bisa ngatur waktunya, di sini kadang susah banget ngatur waktu.