Jumat, 16 Juli 2010

Awareness for us..

Entertainment yang menggugah rasa penasaran atau ingin tahu sering disiarkan di tv. Mungkin ada yang dikemas dengan label “sulap”, “magic” atau nama lain. Cukup menghibur. Akan menjadi baik ketika entertainment tersebut memberi pesan-pesan mendidik, penonton menyadari sebagai sesama manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan dan dengan menyadari itu timbul awareness. Tetapi akan menjadi berlebihan jika keterbatasan-keterbatasan tersebut diekspoitasi kemudian penonton justru diarahkan menjauh dari awareness.

Dapat dianalogikan sebagai berikut : Ada sebuah gudang berisi barang berharga. Ada 2 orang yang mengetahui bahwa ternyata gudang itu tidak hanya memiki pintu depan, tetapi juga memiliki pintu belakang. Orang pertama memberi tahu pemiliki gudang bahwa sebetulnya gudang tersebut memiliki 2 pintu, sehingga timbullah awareness si pemilik untuk menjaga apa yang berharga bagi dia, baik depan maupun belakang. Skenario lain, bukan orang pertama yang datang, tetapi orang kedua. Orang kedua, dengan sikap menakut-nakuti, justru mengatakan, “Saya bisa menghilang atau menembus tembok gudang, jadi betapa baiknya Anda menjaga gudang, itu tidak ada artinya sama sekali bagi saya”. Pada akhirnya, si pemiliki gudang tetap tidak mengetahui adanya pintu belakang, tidak timbul awarness untuk pintu belakang, bahkan diarahkan pada pemahaman bahwa orang kedua itu betul-betul dapat menghilang atau menembus tembok, dan efek akhirnya si pemiliki gudang menjadi tidak percaya diri, khawatir, takut baik akan keamanan gudangnya maupun terhadap orang kedua itu.

Indera penglihatan sangat berhubungan dengan persepsi di otak. Melihat dengan terburu-buru bisa saja menimbulkan persepsi yang salah terhadap apa yang dilihat. Maka mungkin ada orang yang bertengkar karena yang satu menuduh tidak setia, jalan dengan orang lain di mall pada hari Senin malam. Padahal yang dituduh tidak merasa pergi kemana-mana. Itu karena melihat dengan terburu-buru.
Gambar di bawah ini, melihat tidak dengan terburu-buru pun, mungkin masih ada kesan bahwa lingkaran coklat di kiri lebih kecil daripada yang di kanan. Padahal sama besar.



................................Sumber di sini.

Demikian juga garis-garis mendatar di gambar di bawah ini, mungkin ada kesan “mencong-mencong”. Padalah sejajar.


...........................................Sumber di sini.

Gambar tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga persepsi otak bisa salah jika itu tidak dilihat baik-baik.

Mungkin gambarnya di-print lalu dipotong-potong terus didekatkan, baru kelihatan.

Kedua gambar tersebut hanya sedikit contoh dari banyak kondisi yang bisa direkayasa. Sekali lagi, bahwa manusia penuh keterbatasan, itu memang sudah demikian adanya. Alangkah indahnya ketika kita saling mengingatkan sehingga awareness terpelihara, dan bukannya menganggapnya sebagai peluang untuk menghancurkan orang lain.

12 komentar:

Cerita Tugu mengatakan...

maksudnya kalau melakukan sesuatu jangan terburu-buru,lakukan dengan hati-hati sehingga tidak menimbulkan kekliruan

fanny mengatakan...

berarti tidak boleh gegabah hanya dg melihat sekilas

Seiri Hanako mengatakan...

tapi lebih seringnya orang nggak mau mikir lebih a k a males
jadinya makan informasi n suguhan media begitu aja, padahalkan seharusnya memang harus "aware"
tahnsk sharenya...

btw your coment just made my eyes wet
thanks for that

hehehehe

(^__^)

TRIMATRA mengatakan...

persepsi dan nalar seseorang itulah yang tak terukur, selalu bersifat "relatif".

Elsa mengatakan...

hhhm keren banget yaa...
aku perhatiin gambarnya, ternyata emang bener

jadi kita harus selalu waspada.jangan terburu buru menilai sesuatu, atau memutuskan sesuatu. ada baiknya melihat dari sisi yang berbeda yaa

Baby Dija mengatakan...

Dija bingung,,.,,,

fanny mengatakan...

puyeng juga liat gambarnya...

Arya jafarudin mengatakan...

sikap tenag akn membuah hsil yg maksimal dlam pemcahan maslh,tpi lo kita trburu" alhasil... gag sprti yg kita harapkan..

Lina Marliana mengatakan...

Aku pernah liat gambar ini sebelumnya sob, dan masih ada banyak lagi ga cuman seperti diatas aja.. test kejelian mata dan otak..

Newsoul mengatakan...

Ya, setuju, manusia penuh keterbatasan. Tidak berarti harus selalu takut melangkah, yang penting waspoada ya Hen.

Angga Prawadika mengatakan...

dari gambar2 itu benernya saya cuman dapet satu pelajaran. Seeing is deceiving. Mata manusia yang kadang diagungkan ni ternyata lemah dan punya keterbatasan .....

Nice post! ^^

combrok mengatakan...

mencermati tulisan,
lalu menghela nafas dalam...