Jumat, 09 April 2010

Dua tulisan

Terima kasih sobat atas masukannya terhadap gambar kemarin. Demikianlah, setiap kita memiliki kesan tertentu, dan itu melengkapi nilai-nilai kehidupan kita. Kalau dari awalnya, gambar itu ada karena banyak hal di benakku, salah satunya terkait dengan apa yang menyita pikiranku saat ini, beban yang kurasakan di tahun kelima di sini. Lihatlah, cahaya lilin itu masih ada, lilin itu masih menyala. Walaupun hanyalah lilin kecil, tetaplah itu cahaya. Walaupun makin memendek dan akan segera padam, lihatlah, tetaplah itu belum berakhir. Tetaplah,harapan itu belum terbungkus oleh gelapnya malam. Jangan bilang, ah cahaya akan segera padam, tetapi bilanglah, aku masih memiliki cahaya. Ya. Aku masih memiliki cahaya.

--------------------------------------------------------------

Bentuk PErhatian

Kemarin ada garis darah di mukaku. Tidak mencolok. Tapi aku, yang punya muka, ya tahu. Kubersihkan, ku kasih antiseptik. Waktu aku ke kampus, tidak ada hal yang berbeda juga, bertemu dengan teman-teman, seperti biasa. Tapi waktu kebetulan pulang ke rumah, ibuku bertanya.
“Hend, kenapa itu di muka?”. Heran, padahal aku ke rumah sudah petang. Di tempat yang sinar lampunya temaram. Padahal yang di kampus tadi, ketemu teman-teman di siang hari, terang benderang, biasa saja. Dan memang menurutku wajar seperti itu. Yang luar biasa itu, ibuku.
“Kena pagar”, jawabku. Tetapi ternyata ibuku masih bertanya.
“Kena pagar..maksudnya..?”, mungkin ibuku belum percaya dengan jawaban singkat seperti itu.
“ Ini lho, tadi kan hujan. Payung nggak ada. Jadi lari-lari, jas kuangkat ke atas kepala. Nah, sebagian ujungnya menutupi pandangan mata. Tapi memang mata lebih melihat ke bawah daripada lurus ke depan. Maunya lihat-lihat dan milih jalan yang tidak becek. Nah, ternyata di depan ada pagar. Ya sudah, mukanya kena pagar..”
“Ooh..”, jawab ibuku singkat. Begitulah, bentuk perhatian ibuku. Kalau robekan besar, ya pasti orang juga bertanya-tanya. Ini, teman-teman saja tidak melihatnya. Padahal juga, kalau ibuku mau memasukkan benang ke jarum, aku yang memasukkan. Jadi, kupikir ini bukan masalah mata atau penglihatan (visus), tapi ya itu, kekuatan yang tak terlihat oleh mata, perhatian ibu kepada anak.

--------------------------------------------------------------
Barusan BW, ada sobat yang sedang mengingat kelahirannya. Jadi kumuat di sini saja, ucapannya.

27 komentar:

siroel mengatakan...

ibu...begitulah ibu...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

seorang ibu memang selalu perhatian sama anaknya. makanya jadi anak harus berbakti sama ibunya ya? hehehe...btw, jgn digaruk tuh lecetnya nanti malah gede.

duniaira.blogspot mengatakan...

ibu!

Seiri Hanako mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Seiri Hanako mengatakan...

pajang gambar mamanya dong, mas

(^__^)

jadi kangen mamaku deh...

*rindu*

inge / cyber dreamer mengatakan...

waaaahhhh... ibuuuuu...
jadi kangeeeeen ^^

Aditya's Blogsphere mengatakan...

efek2 potoshopnya bagus dan keren2 lho bang...saya suka dngan blog ini karena menarik meski tampilanya sederhana..mungkin lebih pada pribadi pemiliknya x ya hehe sukses bang!!!

Inuel^-^ mengatakan...

kangen ama ibukkkkkkkk :(, mas hendri aku jadi kangen, sms ah.. aku sayang ama ibu hikz..

Tukang komen mengatakan...

Begitulah ibu, selalu mengerti akan apa yang kita rasakan...

the minds mengatakan...

berkujung perdana

salam kenal

sudilah kiranya mampir dan berkomentar di tempatku dan menjalin persahabatan


^__^

irarachma mengatakan...

tenkyu ya mas Hendr....jadi ngak enak! ucapannya begitu indah! hhmmm...berbahagialah engkau yang masih bisa memanggil dengan nama Ibu

ALRIS mengatakan...

ibu : pengorbanan tulus tanpa pamrih

Fanda mengatakan...

Ibu itu selalu melihat sesuatu pada dirimu sebelum kau sendiri bahkan menyadarinya. Itulah bukti kekuatan cinta!

Darin mengatakan...

mother's power...

Dinoe mengatakan...

Iya mas..ibu selalu mengerti apa yg kita rasakan..

U-marr mengatakan...

bentuk perhatian ibu itu sangat dalam sekali, karena ibu itu yang melahirkan kita, jadi apapun yang terjadi pada kita walaupun itu hal yang kecil, tapi ibu selalu memperhatikannya. :)

anyin mengatakan...

jadi kangen mama... oh ya koentar mas hendri juga jadi bikin saya mikir

faiza mengatakan...

ooh..gitu..

bersyukur..

^_^

irul-green mengatakan...

i love my mother...

eka mengatakan...

Ibu...

Cerita Tugu mengatakan...

ibu memang sangat perhatian pada anaknya

aisyah muna mengatakan...

he...baru ngerti arti lilin kemaren...
^___^

ya tetap semangat walau dlm kesempitan...
pasti ada harapan walau kecil..

emmy mengatakan...

hebatnya mama, ga usah luka, km ada kepikiran apa aja, pasti mama tau :)

Elsa mengatakan...

ya...
itulah Ibu.
tak bisa dibohongi.
dialah sosok yang paling mengenal kita

perubahan sekecil apapun.. pasti Ibu adalah orang yang paling tau

catatan kecilku mengatakan...

Ibu... sosokmu begitu luar biasa bagiku.
Perhatianmu tak pernah henti untukku.
Aku merindukan ibuku...

the others... mengatakan...

Perhatian mas Hendriawanz kepada sahabat2 dunia maya juga sangat istimewa...!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

siang..belum update lagi ya?