Rabu, 28 April 2010

Kosong, materi, tiada

Kosong. Kata yang nggak asing di telinga. Mungkin ada teman yang mau mandi, tiba-tiba keluar lagi sambil berteriak, “Woeyy, sapa yang tadi malam ngabisin air. Kalau makai, tanggung jawab dong. Isi. Kosong nih bak mandinya.”
Atau ada tamu, kita nyuguhin air minum. Lalu kita masuk lagi untuk ambil kue. Waktu keluar mau menghidangkan kue, air minum di gelas tadi sudah habis. Lalu si tamu bilang sambil malu-malu,”Ehm..maap, gelasnya kosong. Habiiz..haus banget..ehehehe.”

Aku juga teringat di komik, waktu Jon meletakkan gelas berisi air, setengahnya, lalu bilang sama Garfield, “He Garfield, menurutmu gelas ini setengah kosong atau setengah isi ?”

Apakah memang kosong? Aku merenungkan ini sambil ngisi waktu dalam perjalanan pulang dari Solo. Menurutku tidak. Kalau melihat gelas yang tadi dibilang setengah kosong setengah isi, sebetulnya isi semua, di bawah berisi air, di atas isi udara. Aku membayangkan benda-benda yang kira-kira akan dibilang kosong. Botol softdrink, sesudah diminum, isinya, dibilang kosong, tapi tidak. Tetap isi, tapi udara. Air di galon habis, ya tetap isi, udara. Apa lagi ya.. Tanki bensin di motor, bensin habis, tampak kosong, tapi isi udara juga. Jadi kalau dipikir-pikir, ketika bilang kosong, ternyata tidak. Tetap isi, cuma diisi yang lain.

Kalau begitu di manakah letaknya, kosong itu ?

Lalu aku membayangkan gelas yang setengah kosong tadi, kuisi dengan minyak goreng sampai penuh. Nah sekarang, yang bagian bawah isi air, yang atas isi minyak goreng. Minyak dan air nggak pernah mau bersatu. Jadi ada batas di antara mereka. Ada kehampaan di antara mereka. Nah, kosong menjadi batas di antara mereka. Hampa menjadi batas di antara mereka.

Akhirnya aku memikirkan, oh inikah maksud diciptakannya dimensi ruang? Jadi dimensi ruang mengandung isi materi dan kosong.

Mengapa aku memikirkan ini? Karena menurutku penting dan mendasar. Sekarang ilmu dan teknologi sudah begitu maju. Berusaha menjangkau luasnya semesta, berusaha menilik lebih jauh lagi apa yang bisa dilihat di luar bumi, di luar matahari, di luar Bimasakti, di luar Milky Way, tertarik menganalisis supernova, terus dan terus. Walaupun ‘hanya’ berupa titik-titik bercahaya di antara kegelapan, toh tetap berusaha terus melihat makin jauh. Di sisi lain, manusia juga bersemangat berusaha merambah dunia mikro. Dulu hanya bisa melihat dengan mata telanjang. Sekarang kita bisa mengatakan, tubuh kita terdiri atas sel-sel. Masuk ke dalam, di dalam sel ada inti sel. Masuk lagi, dalam ini sel ada DNA. Masuk lagi, DNA disusun oleh molekul. Molekul terdiri atas atom. Di dalam atom ada proton yang dikelilingi elektron. Elektron berputar terus di orbitnya, mengelilingi proton. Berputar? Jadi di antara elektron dan proton ada kekosongan. Nah, tuh? Ternyata tubuh manusia ini isinya itu dan kekosongan. Di dunia fisika, sudah merambah masuk lagi ke dalam proton, yang ternyata terusun dari quarks.

Mau ke arah mikro, mau ke arah makro, semua terdiri atas isi materi dan kosong. Di dalam dimensi ruang.

Lalu apakah kosong atau hampa ini sama dengan tiada? Nggak juga sh. Kalau kosong atau hampa itu empty. Masih, di dimensi ruang. Kalau tiada itu not exist, di luar dimensi ruang. Kalau empty, mungkin manusia masih tahu, tapi kalau not exist, manusia tidak tahu lah. Manusia tidak tahu dirinya sebelum hadir di dunia ini. Yang begini ini bukan empty, tapi not exist.

Lalu kalau kita mendengar ada orang yang nanya, “Eh, si X ada nggak di rumah ?” terus si Y menjawab, “Tidak ada”. Maksudnya bukan not exist. Kalimatnya saja sh yang kurang lengkap. Lengkapnya kan, “Tidak ada di situ, ada tapi di tempat lain.” Jadi masih tetap di dimensi ruang.

Kalau kita melihat berita di tv, mungkin ada berita wabah, atau korban perang, atau bencana alam, yang meninggal dimakamkan ataupun dikremasi, maka material/fisik orang tersebut terurai, makin kecil, kembali ke sel, molekul, atom, dan seterusnya, menjadi isi materi dan kekosongan di dimensi ruang. Tapi jiwa kembali pada Sang Pencipta.

Akhirnya, siapakah pemilik semesta dan segalanya ini, so pemilik dimensi ruang beserta isi materi dan kekosongannya? Sang Pencipta.

Jadi, kurenungkan, betapa agungnya Sang Pencipta, betapa tak terukurnya oleh manusia, ciptaan-Nya.

-------------------------------------

Ni pas BW ada artikel spesial di tempatnya mb Inuel, ada yang ulang tahun. Kebetulan ada kartu di sini.

19 komentar:

inge / cyber dreamer mengatakan...

kosong dng hampa apa sama??
ah... terlalu banyak pertanyaan tak terjawab yg menunjukkan kebesaran penciptanya

have a nice day mas ^^

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yup, tak ada yg bisa menandingi keMahakuasaan Sang Khalik

Hendriawanz mengatakan...

dalam lingkup tulisan ini, pengertian kosong dan hampa sama.

thank you, have a nice day too.

Hendriawanz mengatakan...

Sang Cerpenis bercerita
amin

siroel mengatakan...

*ikut merenung.....bingung*

ajeng mengatakan...

Kalo kata Mas Attayaya si : KOSONG bukan berarti TIDAK ADA ISI..

*sambil berjalan kepojokan untuk merenungkan maknanya*

Terima kasih sharingnya..

catatan kecilku mengatakan...

Minta ijin untuk merenungkannya lebih dalam lagi, mas.

Setengah kosong apa setengah isi ya..? *menggumam-sendiri*

the others... mengatakan...

Bentar..., mau meluncur ke tmpt Inuel.... hehehe
*makin kagum dg perhatian Mas Hendriawanz*

ranny mengatakan...

sperti buku na *duh lupa * setengah kosong,setengah berisi ^^ tapi diriku belum membacanyaa

asli mengkerut baca tulisanmu mas hehehe bagus..perbandingannya dan penjelasannya ringan tapi pas di paragraf molekul,quarks,proton *melongo* kek baca angel and demon na Dan Brown dan berasa lagi kul fisika :D hehehe

met soree ^^ lama gag kesini :"> mangapkan :D

inuel mengatakan...

hehehe.. kosong apa isi, isi materi dan ngga ada yang kosong, semuanya ngga' bisa di jangkau, semuanya kembali kepada sang pencipta :)

trimakasih mas ucapannya, trimakasih juga untuk kartunya, terharu hehe!

faiza mengatakan...

maha besar Allah..

Ica Puspita mengatakan...

saya salut dengan blogger satu ini, hampir tiap hari update dan tulisan yang disajikan sungguh berbobot b^_^d

andrie callista mengatakan...

hebat.. ^^

Seiri Hanako mengatakan...

nyepam....

hehehehehe

Seiri Hanako mengatakan...

kritis deh

vany mengatakan...

ini bicara ttg eksistensialisme kah, mas?
bukankah semua dimulai dari tiada, ada, llau kemabali tiada lg ya?
hehehe
*bingung*

julie mengatakan...

keren banget bang
mengingatkanku bahwa meski aku merasa kosong dengan kehilangan kedua orang tuaku
tapi ternyata masih terisi oleh kasih sayang dari Tuhan

two thumbs!!

anyin mengatakan...

sama kayak hampa ngga ya mas

Elsa mengatakan...

jadi inget waktu kuliah filsafat...
3 jam lebih hanya berdebat tentang setengah kosong atau setengah penuh...