Sabtu, 21 Agustus 2010

Koin Rp 100,-

Barusan ng-photocopy 1 lembar dokumen. Tiga ratus rupiah. Kukasih Rp 500,-. Eh, ada kembaliannya. Koin Rp 100,- dua keping.

Ah, bayangkan bagaimana dia mengais rejeki. Ya, dia mengambil keuntungan secukupnya, yang Rp 200,- dikembalikan. Di jaman sekarang ini, ketika "juta" bukan kata yang langka, bisa meluncur dari bibir anak ketika minta uang jajan, petugas photocopy itu memberi kembalian, koin Rp 100,- dua keping. Aku terkesan.

24 komentar:

Ivan Kavalera mengatakan...

Kisah kecil dengan hikmah dalam banget.

inge / cyber dreamer mengatakan...

sederhana tapi begitu bermakna ^^/

fanny mengatakan...

itulah kehidupan. ygkaya ya kaya raya, yg susah ya susah payah

gaelby mengatakan...

Luar biasa... Perenungan yg mencerahkan dan sarat makna.
Andai karakter pejabat dan pemerintah kita seperti anak itu, maka Ibu pertiwi tidak semuram seperti sekarang ini.
Salam sobat :)

om rame mengatakan...

saat ini sebagian orang menganggap koin2 keciL tsb sudah tidak berarti, padahaL yg niLai yg terkeciL justru akan mencapai niLai yg paLing besar.
sedang koin keciL tsb merupakan sebuah media pengingat bagi kita semua u/ Lbh menghargai akan makna sebuah rezeqi seutuhnya.

catatan kecilku mengatakan...

Memang di tempat2 foto copy uang receh masih dihargai. Beda banget dg di mall2 besar yang justru tidak menghargai uang receh dan cenderung tidak memberikan uang kembalian tepat dg yang seharusnya.. :(

the others mengatakan...

Ayo dukung gerakan SEO positif dengan mengoptimalkan keyword SMP dengan hal2 yang positif... :)

siroel mengatakan...

hebat...

Newsoul mengatakan...

Sedikit, asalkan barokah. Begitulah hikmah tulisan singkat di atas. Apa kabar sobat ?

aisyah muna mengatakan...

Alhamdulillah..lumayan..masih bisa dapat permen 2 biji..he..(^__^)v

ga ada sratus perak..ga akan ada nilai sejuta..semilyar..dan se-triliyun

hoedz mengatakan...

bisanya kembaliannya kdi kasih permen ....
salut ini masih dengan koin kembaliannya ...

windflowers mengatakan...

itulah sebuah kesederhanaan...selalu memberi inspirasi yang sangat bermakna bagi kita..

Fanda mengatakan...

Seringkali kita bisa belajar tentang kehidupan justru dari hal2 kecil ya.
Tapi beberapa tahun lagi, gak bisa lagi anak minta uang jajan jutaan loh, coz duitnya jadi cuman ribuan, hehehe...

Seiri Hanako mengatakan...

you're always simple n touchy..

i like..

^__^

Elsa mengatakan...

bererti petugas fotocopynya keren tuh
aku pernah fotocopy, 1800.
aku kasih uang 5000 karena kebetulan gak bawa uang kecil.

lha kok... dikembalikan sama petugas fotocpynya, aku disuruh tukar uang dulu.
duuuuh.... kurang ajar banget tuh orangnya.
masa pelanggan disuruh tukar uang dulu.

aku juga jualan, sama kayak petugas fotocopy itu. kalo gak punya uang kembalian, pelanggan aku suruh tunggu sebentar, aku yang cari tukar uang kecil ke kanan kiri.

kapok deh aku fotocopy kesana

langsung aja aku tinggal tuh uang 5000.
gak pake kembalian.
geram!

BABY DIJA mengatakan...

wow... Tante Elsa nih..nyepam ya??
panjang banget

Halaman Samping-nya Inung Gunarba mengatakan...

Teman SMP saya juga punya usaha fotocopy, keuntungannya dari tiap lembar memang tuipis, cuma hitungan puluhan rupiah. Toh tetap ngrejekeni, tetap mengalurkan rrejeki dari Yang Di Atas. Tentu bermodal senyum dan jujur :)

EKA LIANAWATI mengatakan...

Hiks...terharu...

Bunglon Blog Indonesia mengatakan...

hmmm..ini adalah sejengkal cerita yang jika dilihat dari sudut pandang saya menyiratkan makna yang mendalam, pada sebagian orang uang 2 ratus rupiah masih akan sangat bermakna nilainya, namun tidak bagi mereka² yang berlabelkan juta mungkin akan lebih mudah menghambur²kan uang ketimbang menghargai nilainya..semoga ini bisa menjadi contoh baik buat kita semua ya mas
Sukses Slalu!

Nyun-nyuN mengatakan...

sama hehehe..

mas Hendri apa kabar ?

Ocky Fajzar mengatakan...

aku juga sering nemuin tukang fotocopy begitu heheh bikin respect :D

aditya's blogsphere mengatakan...

bang link q ganti...mohon untuk di ubah ya yang ada di blogrol makasih

Dees mengatakan...

siiiippppp mas,,,,aku malah sering dikasih gratisan klo cuma fotokopi satu aja tapi gak da kembaliannya ,,,,tapi karena sungkan&gak enak esok harinya slalu kukasih uang lg buat bayar

genial mengatakan...

masih banyak orang 2 hebat seperti itu kang iia :) salud :)