Sabtu, 20 Agustus 2011

Tetap di Bumi


Sumber gambar di sini

Planet Gliese 581 c berjarak 20,4 cahaya (193 triliun km) dari Bumi dan terletak di rasi bintang Libra. Ditemukan oleh tim Stephan Udry dari Observatorium Jenewa di Swiss, planet ini diperkirakan layak huni dengan suhunya yang berkisar 0-40 derajat Celcius, suhu yang memungkinkan keberadaan air, komponen penting dalam kehidupan.

Ini merupakan salah satu titik berita dari rangkaian perjalanan panjang pencarian planet lain, kehidupan lain di luar Bumi. Bagaimana kelanjutannya? Apakah yang diinginkan dengan pencapaian-pencapaian yang telah ada?

Apakah terkait dengan usia Bumi yang telah semakin tua? Apakah terkait dengan manusia yang memenuhi Bumi? Sulit untuk menyingkirkan prakiraan tidak adanya keinginan, paling tidak pihak-pihak yang meneliti, untuk mengembangkan wilayah tempat berpijak ataupun untuk migrasi.

Migrasi ? Pindah tempat tinggal? Sebagian manusia di Bumi, sebagian lagi di planet lain? Nanti bagaimana komunikasinya? Bagaimana kalau pengin reuni? Bagaimana kalau mau kondangan?
Dalam permisalan planet Gliese 581 c dihuni oleh sebagian manusia, sahabat yang mau menikah butuh mengirimkan undangan 20,4 tahun sebelumnya supaya tepat waktu sampai di Bumi. Itu pun undangan dikirim dengan kecepatan cahaya. Lalu tamu yang datang butuh waktu yang sama pula untuk sampai ke tempat resepsi, itu pun dengan kecepatan cahaya.

Sekarang sudah ada paket jalan-jalan ke antariksa dengan biaya sekian miliar. Paling tidak sudah ada 7 turis yang terbang PP, berangkat dari the International Space Station memakai Soyuz spacecraft . Pastinya ada sensasi luar biasa untuk diceritakan kepada kerabat dan teman-teman sesudah mendarat kembali di Bumi. Kegembiaran luar biasa, karena ujung-ujungnya ke Bumi lagi. Tapi migrasi ?

Kalau aku sih di Bumi aja, sesuai denga karya yang tercipta, yaitu eksistensiku memang di sini. Dengan tetap menghargai kemajuan ilmu pengetahuan, hadirku di dunia ini dan bumi yang tercipta untukku, pastilah baik adanya.

8 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mahal amat biaya jalan2nya. mending buat fakir miskin ya. hehhee

rannyrainy mengatakan...

makin maju aja yang pengetahuan..gilak ada planet baru *lagi*
migrasi ke planet lain??gag dulu deh..masih cinta mati sama bumii ;)

holaaa...lamaa sekali gag kesini..baru back from hibernate,sekalian pindah rumah baru hehehe
*smoga gag lupa diriku* huhuhuhuh

Meutia Halida Khairani mengatakan...

saya jg cinta bumi kok. mau sebegimana pun bentuknya :D

Elsa mengatakan...

heehhehee.....
kalo penggemar sci-fi sih mungkin memilih untuk pindah yaa...

tapi kita kan gak tau disana kayak apa.
jangan sampai rumput tetangga kelihatan lebih hijau kan? hehehhheee

EKA mengatakan...

walah...Indonesia aja belum kelar dikelilingin, boro-boro ke luar bumi...hehehe....memang yang lagi banyak duit suka bingung gimana ngabisinnya...hahahaha

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

aku juga emoh kalo jalan2 ke luar angkasa. mending di bumi deh

ninda~ mengatakan...

keluar negeri aja belum pernah mas... (include papua, timor timur dan lain lain
apalagi keluar angkasa
jauh amat

obat jelly gamat gold g mengatakan...

nice post kawan i really like this !"YM I'am"