Kamis, 25 Agustus 2011

(Hampir) Luruh


Bayangkanlah menjadi yang tertinggal
mengayuh sekuatnya dengan napas tersenggal
menempuh jarak tanpa tahu sampai di titik mana
dengan deru angin dan debu sekeliling yang melibas menerpa kulit dan wajah

seakan tanpa harap namun kaki dan tangan seolah memiliki keinginan sendiri untuk terus bergerak

akankah keringnya bibir dan air mata ataupun senyum, pekik dan tawa yang didapat di depan..tak menjadi soal, bahkan telah luntur di dalam benak

benarkah tak ada lagi tetes keringat oleh teriknya perjalanan?

bukankah ini telah cukup menjadi alasan untuk menyerah dan berubah menjadi pribadi yang buas ..?

..........Tidak. Embun penyejuk tak pernah datang terlambat. Kotor, lusuh dan kering ragamu tak mempengaruhi bening dan mulianya jiwamu.

8 komentar:

Antaresa mengatakan...

Kita sebagai manusia memang harus terus berusaha, pantang menyerah !!!

ninda~ mengatakan...

AKU pikir yang kemarin mas maksud buka bersama itu bareng keluarga...
sebentar lg lebaran mas... selamat lebaran buat ibu ya.. :D

dilap dulu keringatnya

Hendriawanz mengatakan...

@Antaraesa: Iyak. Betul.
Setuju..

Hendriawanz mengatakan...

@anyin: wah, terima kasih ya nyin, ntar kusampaikam ..hehe.
Gmana sesudah pindah, nggak kesulitan terutama utk internetnya kan?

Nyun_nyuN mengatakan...

saat ini sudah jauh lebih maju, bukan hanya membayangkan mas, tapi "dulu" emang bener-bener jadi yang tertinggal.

satu lagi, jangan buas buas mas, dah kayak Srigala aja :P

Elly Suryani mengatakan...

Ya, setuju. Bahkan ketika tetes keringat kita luruh, seluruh pijar perjuangan kita seperti melepas doa hingga semangat baru tumbuh lagi. Selamat pagi Hen.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

intinya harus tetap semangat....

ninneta mengatakan...

Hai, apakabar sahabat.... :)

Datang untuk mengucapkan,

Selamat hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.


-Ninneta-