Sabtu, 01 Januari 2011

Kusambut

Telah genap setahun aku menulis di lembaran ini. Kembali kubuka lembaran pertamaku, catatan pertamaku, di tahun itu. Adakah yang berubah? Apakah terompet masih ada yang tersisa? Apakah kembang api masih meluncur deras ke angkasa di detik-detik pergantian? Apakah bunyinya masih memekakkan telinga? Seolah tidak ada yang berubah. Semua masih ada, mengisi malam hingga dini hari ini.

Benarkah tak ada yang berubah? Benarkah dunia ini tak berubah? Kupikir tidak demikian. Belum lama terjadi letusan gunung Merapi. Hujan abu begitu tebal dan membatasi jarak pandang ke depan. Hari-hari biasa, begitu mudahnya menikmati dari jauh, udara cerah yang menghantarkan keindahan gunung Merapi dan Merbabu tiap dalam perjalanan ke kampus, pada hari-hari itu hampir tak terlihat, tertutup abu tebal. Rumah yang tertutup rapat pun tetap tak kuasa untuk menghamparkan lapisan debu di lantai depan hingga belakang. Tak lama berselang, banjir lahar dingin. Di antara itu diselingi gempa tektonik.

Ya. Ada perubahan. Denyut nadi dan hembusan nafas segala bentuk kehidupan di bumi seiring waktu. Aku masih di sini, walau seolah diam, aku tahu bahwa hembusan atau mungkin terpaan keras perubahan melingkupiku. Tapi aku pun tahu bahwa semua itu dapat kusambut sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, tinggi dan makin tinggi, hingga akhir nanti. Dan kuaminkan.

17 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yah, semuanya berubah..Met tahun baru ya...Semoga semakin sukses.

Inge / CyberDreamer mengatakan...

semoga perubahan yang terjadi membawa pada jalan kebaikan dimasa yang akan datang :)

selamat tahun baru ^^

Nyun-nyuN mengatakan...

banyak perubahan mas :), happy new year ya ..

Meutia Halida Khairani mengatakan...

semua pasti berubah, usia bertambah, pikiran jadi lebih dewasa, dan pengalaman membuat kita belajar..
selamat tahun baru :)

NDA mengatakan...

:) renungan bagus mas hendri

Elsa mengatakan...

kayaknya memang harus berubah deh
kalo gak berubah, kan bosen juga
hehehhee
asalkan perubahannya ke ara yang lebih baik.

welcomebcak Mas Hendriawanz

Elsa mengatakan...

kayaknya memang harus berubah deh
kalo gak berubah bisa bosen
hehehhee

asalkan perubahannya ke arah yang lebih baik

welcomeback Mas Hendriawanz
kapan update lagi?
jangan lama lama yaaa

Elsa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BABY DIJA mengatakan...

Om...
minta bantuannya buat Kak Sausan...
mungkin bisa kasih saran di bidang medis...

KucingTengil mengatakan...

ga ada yg kekal di dunia ini, pasti mengalami perubahan,,,

bluethunderheart mengatakan...

blue datang bang
p cabar
semangat semnagat
met tahun baru
salam hangat dari blue

NINDAAA mengatakan...

wah ayo apdet :D

RAMDHAN mengatakan...

nice posting... kunjungan pertama.... happy blogging

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

hidup itu ibarat mengendarai sepeda.. untuk seimbang kita harus terus bergerak..selamat berubah, teman!

aditya's blogsphere mengatakan...

Askum bang, kemaren kita sempet komen2an di statusnya anindya rahardi kan? kok ndak nyapa saya sih bang hehehe

Mayyadah mengatakan...

apa kabar nih, wan? kok ga update lagi? lagi di gunung himalaya ya, gak ada sinyal internet disana hehehe.

aku suka catatan ini, penuh intropeksi dan refleksi^_^

Medicine Of Herbal mengatakan...

semua butuh waktu...heehee

http://medicineofherbal.com/