Kamis, 15 September 2011

Dalam temaram lampu antik jalanan

Dek,
Sudah kesekian kalinya kita bersandar di tembok kraton ini
Lihatlah..
Tembok ini sudah tidak putih lagi, sebagian berlumut, tetapi tetap kokoh tebal, dan penuh gurat saksi sejarah, perjalanan kisah dari waktu-waktu

Dalam temaram lampu antik jalanan ini, makin indah suasananya
Ah, Mas tuliskan nama Mas dan nama Adek di tembok ini ya (hehe…..nakal ya)
Suatu saat, kita akan ketemu lagi di sini.

Besok kita sudah berpisah, Mas berjuang di sini dan Adek berjuang di sana
Untuk masa depan kita berdua

Sini, Mas kecup kening Adek
Mas restui dan iringi perjalanan Adek dengan doa
Semangat ya

(dan samar-samar terdengar suara biola kesukaanku dari balik tembok….pengamen di café situ yang sedang menyanyikan lagu seolah mengiringi perjalanan kisah kami..)

Slalu kutunggu hanyalah cinta
Hanya cinta yang tak terganti
Yang aku nanti hanyalah cinta
Hanyalah cinta yang abadi

….song by Anggun… “

7 komentar:

Cerita Tugu mengatakan...

wah, indahnya cinta

Meutia Halida Khairani mengatakan...

huu, postingan bikin galau :D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

jadi inget pangeranku. hikss

YOGYAKARTA mengatakan...

wow this really good blog content

Hendriawanz mengatakan...

@Cerita Tugu :
begitulah pak..:)

Hendriawanz mengatakan...

@Meutia Halida Khairani:
hmm...gmana ya mb..tks sudah membaca

Hendriawanz mengatakan...

@Sang Cerpenis bercerita:
selalu di sampingnya kan mb..:)