Selasa, 13 Oktober 2026

Privacy Policy

Aplikasi ini (mail client pribadi) digunakan hanya oleh pemilik akun untuk mengakses email miliknya sendiri melalui Gmail API (membaca, mengirim, dan mengelola email). Data email tidak dikumpulkan, tidak dibagikan, dan tidak disimpan di server pihak ketiga mana pun — seluruh proses berjalan di perangkat milik pemilik akun. Untuk pertanyaan, hubungi: henswiss@gmail.com

Sabtu, 31 Desember 2022

Selamat Datang 2023

Selamat datang 2023

Segala puji hanya bagi Tuhan

Minggu, 16 Mei 2021

Selamat Datang 2021

 Lho...kok di bulan Mei ini mengucapkan Selamat Datang 2021?

Ya..buka dan mau nulisnya baru di hari ini...: )

Privacy Policy One Comp

This Privacy Policy was created by OneComp for you as the party who will install OneComp applications on your device. The other party performing the action must have your permission. We are not involved and do not agree if there are other parties who carry out these actions without your permission.

Applications from OneComp are free applications, made for good purposes, including helping activities at home, at work, and filling spare time. Applications can be used as is, not allowed to make changes from the original application, more over used for activities that violate the law.

Applications from OneComp are created and made to be accessible by a variety of devices, however there is a possibility of incompatibility with the user's device. OneComp is not responsible for any effects to this device. Installing an application means that the party installing it understands and is prepared to accept all of these risks.

While the application from OneComp is on your device, OneComp may require you to provide certain personally identifiable information and other information, for example, but not limited to, you use  the application as an intermediary for sending your information to the party you refer,  who requires your information. OneComp is not involved, does not approve of, and not responsible for the misuse of your information.

OneComp is committed to complying with existing privacy protection laws in Indonesia.  OneComp can collaborate with third parties who have the same commitment. These third parties may need your information, which is beyond OneComp's control, therefore you are asked to read the Privacy Policy on the third party's page, and you have the full right to agree or disagree with the Privacy Policy. OneComp is not involved, does not approve, and is not responsible if there is any misuse of your information.

This Privacy Policy may change at anytime and these changes are the rights and authorities of OneComp. If you do not check for changes to the Privacy Policy on this page, it means that you agree to the latest Privacy Policy. You can apply the application from your device at anytime before the Privacy Policy is changed.

You can provide input by sending an email to henswiss@gmail.com. OneComp is under no obligation to reply, however, OneComp would like to thank you for all input.

Sabtu, 31 Desember 2016

Catatan tahunnya masih...

Catatan tahun ? Maksudnya?
Iya. Maksudku nge-post di tiap malam pergantian tahun masih kulakukan sampai saat ini.  Hasilnya ya postingan, catatan.  Blog ini kumulai di pergantian tahun, dan di tahun selanjutnya, pas pergantian tahun, pasti nulis.  Tapi makin lama makin jarang ya..hehe. Entahlah.  Tapi yang jelas, aku masih pengin nulis.
Trus, mau nulis apa untuk yang sekarang ini?
Nggak banyak.  Rasa-rasa kayak biasa aja. Memang acara-acara di sini banyak. Jalan-jalan mulai ramai.  Tapi..ya...rasanya, itu di luar sana.
Barusan, di samping kanan...tidak begitu jauh...terdengar suara dentuman-dentuman.  "Dhuaaarrr...!!" begitu berulang-ulang.  Kembang api.  Emang bikin meriah ya? Mungkin bagi sebagian orang.  Tapi,.. ni kuat banget. Jadi ingat..dulu kayaknya mercon dilarang, yang ada kembang api. Kayaknya gitu.  Na, sekarang kembang api ada. Mercon nggak kulihat. Tapi kembang apinya pakai bunyi.  Bunyi kuat banget...itu gimana kalau orang yang lagi berbaring sakit dengar bunyi-bunyi dentuman gitu? Apalagi orang yang sakit jantung.  Hm..dentuman di pergantian tahun..pertanyaan itu yang terlintas di benakku saat ini..

Rabu, 09 Maret 2016

Gerhana Matahari Total bagi saya

Tulisan ini sekedar curahan hati saya tentang Gerhana Matahari Total (GMT), jadi kalau berbeda dengan apabila ditulis oleh orang lain, ya..wajar saja..
Bagi yang tidak menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) secara langsung, anda tidak sendirian. Saya juga tidak menyaksikannya, tadi. Pertama, respon saya terhadap kabar tentang GMT tidak begitu kuat. Maksud saya, benar-tidaknya GMT akan tepat melintas...jauuuhhh... di atas kepala saya, benar-tidaknya GMT tadi sama dengan GMT yang saya alami di Jogja tahun 1983, saat saya masih kecil, benar-tidaknya wilayah dimana saya berada saat ini -- yang diberitakan bahwa itu tidak termasuk dalam garis edar GMT – akan mengalami juga suasana GMT yang sama sehingga kami di sini juga kebagian..turut merasakan..suasana GMT, kabar-informasi itu semua tidak jelas, atau mungkin tidak lengkap, dan benak saya menangkapnya demikian adanya. Kedua, saya tidur bukan lagi di malam tetapi sudah memasuki sekitar jam 1-an dini hari dan bangunnya sudah jam 8-an lewat, yang mana saya pikir GMT nya kalau lewat sini belum mulai. Ternyata sudah. Jam GMT nya sudah lewat. Mungkin berkaitan dengan yang pertama itu sehingga informasi dan konfirmasi jam GMT tidak saya usahakan cari. Sebetulnya yang saya sebut bangun ini adalah “get up” nya sedangkan “wake up”nya, lebih awal...Suara guntur menggelegar berkali-kali.. mobil yang terparkir di dekat bangunan tempat saya tidur, menyalak, membunyikan alarm nya dengan garang setiap kali guntur menggelegar...langit masih gelap seperti fajar yang belum hadir...saya tangkap dengan segenap indera saya..mem-back up kesadaran saya...(terima kasih Tuhan, ku mengalami kejadian GMT dengan cara-Mu).
 Ya..dikatakan GMT ini menjadi spesial karena langka nya. Ada yang bilang 33 tahun baru terjadi lagi. Ada yang bilang 350 tahun. Yang pasti, tidak seperti suasana yang kita rasakan sehari-hari. Dan pemberitaan yang begitu gencar tentang GMT juga turut membangun kondisi GMT jangan sampai tidak diikuti. Tapi saya rasa ini tidak dimaksudkan untuk mengecilkan hati bagi orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan serupa. Merasa kehilangan momen, tidak mendapatkan momen yang langka, kemudian merasa menjadi orang yang tertinggal, tidak memiliki sesuatu yang telah dimiliki oleh orang lain...dst. Rasa itu bisa saja timbul, kita manusia. Tetapi ada begitu banyak hal spesial, langka bagi kita masing-masing secara pribadi. Kelahiran kita, orang-orang di sekeliling kita, waktu-waktu yang kita jalani, spesial dan langka bagi kita. Apa yang kita alami tidak dialami oleh orang lain. Mungkin, bahkan tidak akan terulang. Oleh karena itu jika tidak dapat menyaksikan GMT sebagaimana orang-orang lain di seberang sana, masih banyak ‘GMT-GMT’ lain dalam hidup kita. Pun demikian, siapa bilang kita semua tidak mengalaminya? Mungkin tubuh jauh, tetapi spirit tetap mampu mengalami momen GMT. Sebagaimana orang-orang yang kehilangan penglihatan, mereka tidak buta, mereka hanya tidak bisa melihat. Jika Tuhan menghendakinya, apakah yang tidak mungkin? Dan yang lebih penting dari itu, makin nyata kemuliaan-Nya, kuasa-Nya, cinta kasih-Nya dan rencana-Nya yang indah bagi kita masing-masing.

Kamis, 01 Januari 2015

Natal dan Tahun Baru 2015

Malam Natal, Malam Tahun Baru 2015...
Kulewati semua itu di balik kaca ruang jaga UGD
Selayang pandang, di sinilah hamparan redup malam
Menjauh pandang, cahaya kembang api disertai dentuman di langit

Terasa tak ada beda dengan malam-malam yang lain
Namun ayunan langkah,  nyanyian silih-berganti, ajakan  untuk mengisinya dan menjalaninya sebagai malam spesial telah menjelma menjadi perenungan untuk tumbuhnya hikmat

Ya
Disinilah aku saat ini
Sosok yang lemah ? Ya
Kadang merasakan tekanan dan kegelisahan? Ya
Ada kalanya hampir patah arang ? Ya
Mungkin dengan segenggam cibiran? Ya

Tetapi mau bagaimana lagi?
Haruskah aku menghindar?
Haruskah aku lari dari yang di depanku?
Tidak
Memang harus kuterima itu
Kuat ?
Tidak. Jika kuhadapi dengan kekuatanku sendiri
Kuat ?
Ya. Oleh karena Dia yang menguatkan

Ku tahu
Ku bisa lewati semua ini
Kakiku tetap mampu mendaki
Menggapai terang
Dalam nafas kesejukan
Wujudkan mimpi, cita dan harapan

Pada akhirnya
Dia-lah Sang Terpuji
Dia-lah Sang Mulia

Selasa, 04 Maret 2014

Ketemu !

Mencari sesuatu, sudah berulang kali mencoba, tidak ketemu...jauh lagi.  Tapi belum menyerah, masih penasaran campur tekad harus ketemu.  Sempat kebayang, mungkin kah di tempat lain, tapi masih menaruh percaya tempatnya di sini. Sampai akhirnya, hari sudah menjelang petang, berjalan lagi.. jika tidak ketemu maka sudah harus kembali...kereta tak menunggu. 
Hampir tak disangka, aku berjalan menuju arah yang benar. Ketemu! Senang, beryukur, lega campur jadi satu (terharu dah..haha).  Kalau diingat-ingat, sudah berapa kali diulang perjalanan darat-laut-udara kutempuh untuk menemukanmu haha. Tuhan memberi jawab dan keajaiban bagi yang berusaha dan menaruh harap pada-Nya.

Rabu, 19 Februari 2014

Seolah


Hujan lebat
Namun ada saat untuk reda
Langit suram
Namun tak gelap
Hening di depan
Namun kita tak sendirian
Seolah sesak
Namun selalu ada ruang untuk bernapas
Seolah berat
Namun selalu ada percaya untuk dikuatkan
Seolah hampa
Namun selalu ada doa dan harapan
Seolah tiada jalan
Namun selalu ada keajaiban dan mujizat
...... Amin.......

Selasa, 31 Desember 2013

Tahun Baruku

Yak.  Kembali, ini hari terakhir di tahun ini.
Aku lihat di satu warung lesehan, seorang penyanyi menghibur para pengunjung
Di tempat lain, di tepi jalan, ada kelompok pemusik memainkan lagu-lagu tanpa syair, sementara orang-orang lalu-lalang, ada yang berhenti untuk menikmati permainan musik tersebut, ada yang lewat begitu saja
Di halaman satu rumah, ada speaker besar-besar memperdengarkan lagu-lagu karaoke.

Yah, sepertinya orang-orang ingin melewatkan malam ini di jalan. Berbagai aktivitas mengisi malam.  Jalanan ramai, bunyi klakson kendaraan bermotor berselang-seling ledakan kembang api.  Terompet tampaknya menjadi sajian rutin malam tahun baru. 
Begitu ramai. 

Di saat yang sama aku teringat orang-orang lain di pulau terpencil...suasana yang sepi lengang.  Mereka juga menjalani malam, tetapi dengan suasana berbeda. Di rumah sakit, teman-teman petugas tetap jaga malam.
Berbeda dengan di kota.  Tetapi ada juga yang di kota, yang menjalani malam tidak dengan aktivitas sorak-sorai.  Mereka duduk diam, menunggui terompet jualannya.  Ada juga yang melayani pejalan kaki dengan tangan-kaki yang lebih aktif, hampir tak ada kata, apalagi turut bersorak.

Dari apa yang kulihat, kesan yang kudapat, yak, tiap orang tidak ingin ketinggalan untuk ambil bagian dalam suasana malam tahun baru ini.  Dengan caranya masing-masing. 
Kembali terlintas di benakku, apa yang dicari? Apa yang diinginkan? Apa yang diharapkan? Apa yang ingin dicapai? Apa yang ingin didapatkan?
Tentunya berbeda-beda. 
Kemudian coba kutelusuri lebih dalam..Apakah yang paling dicari? Yang paling diharapkan?

Ketika melihat begitu banyak yang menarik di depan mata..yang atraktif..bahkan dapat menimbulkan kebingungan dan kebimbangan mana .. atau mana duluan yang hendak dinikmati..ada pengakuan dalam hatiku, yang terbaik adalah doa, mencurahkan segala yang kurasakan pada-Nya, karena hanya Dia-lah sumber hidup, dalam Dia-lah segala pertanyaan terjawab.. bagi Dia-lah segala pujian dan kemuliaan. Allah Mahakuasa.

Senin, 07 Januari 2013

Suatu saat nanti

Beranikah ku menatapmu
Bertahankah ku tengadahkan wajahku
Pun engkau duduk begitu dekat di hadapanku
Sperti tak kuasa kuangkat setangkai mawar ini
hanyalah tergenggam erat di lantai seiring lengan yang menyanggaku
Begitu lembut hatimu
Begitu mulia budimu
Begitu tulus kasihmu

Saat ini
Terasa jauh bagiku tuk di sampingmu
Pun demikian tak berarti ku kan terus berdiam diri di atas lututku
Ijinkan saat ini kudekap kakimu
Dan sampaikan rasaku padamu
Kelak ku kan datang padamu
Bersama langkah mantapku
Menjemputmu...
Tuk kita berjalan bergandeng tangan
merangkai kisah dalam kasih-Nya

....doakan aku...

Selasa, 01 Januari 2013

Doa


Pergantian tahun ya..?
Hee genap tahun ketiga blog ku..
Banyak yg terasakan. Ingin berdiri terdiam tak beranjak. Seolah tak ingin waktu berjalan dan jarum jam berputar. Tetapi semua bergerak menuju ke depan, dan ini seolah mengharuskan kaki untuk turut melangkah. Karena jika tidak, akan merasa tertinggal. Tetapi ketika bergerak, ada rasa meninggalkan...meninggalkan sesuatu yang belum kumengerti di saat ini.
Tetapi, kembali ku diingatkan  bahwa dalam ketidaktahuan, pengakuan akan kelemahan, dan berserah kepada-nya, itulah ruang milik-Nya,itulah  saat kita menyaksikan Dia yang menyempurnakan apa yang kita jalani, itulah saat kita menyaksikan keagungan-Nya, kebesaran-Nya.
Yak,waktu terus berjalan. Ada  waktu yang telah berlalu, ada waktu yang sekarang, ada waktu yang akan datang. Mungkin ada kepahitan, tetapi tentu ada hikmat. Inilah hidup.  Mungkin ada harapan, mungkin pula ada kekuatiran. Tetapi ada 1 yang tetap ada pada kita (oleh karena kita seorang pemenang atas segala persoalan yang menghadang dalam hidup kita) ...doa.

Minggu, 02 Desember 2012

Masih

P -adamu ak memiliki rasa dan harap
A -kah kah angin bawa berita kesejukan tuk kita melangkah
T -ak tau seberapa dalam ini kan tersimpan
A -tau kah kini saat untuk beranjak..di atas semua ku percaya..
H -ati pasti bicara

Rabu, 02 Mei 2012

Spy Camera...Kamera Pengintai...Hidden Camera..


Jual Wireless Spy Camera...Jual Kamera Pengintai tanpa kabel, disamarkan dalam bentuk jam, penholder, jam, handphone..Spy camera store..Jual hidden camera..
Iklannya sudah populer..barangnya juga sudah ada..di Jogja pun mudah didapat, harga terjangkau..

Yup.."pisau" yang ditawarkan semakin tajam dan semakin murah...
Dalam cerita silat..pisau ataupun pedang yang merupakan senjata pusaka atau senjata dewa itu sangat sakti..akan menunggu tuannya datang..dan siapa saja yang mendekatinya tidak kan kuat apalagi memegangnya..selain tuannya.

Di kehidupan nyata "pisau" itu bisa dikuasai dan dimiliki oleh siapa saja.
Nah, apakah kita makin gembira pekerjaan memasak kita makin lancar..atau kita menjadi terpancing untuk berandai-andai, mencoba,  dan menggunakannya untuk selain memasak..?

Rabu, 18 April 2012

Kita kan slalu bersama

Kita telah melangkah sampai di sini sejauh ini
Tetaplah sandarkan dirimu di punggungku
Pejamkanlah matamu, peganglah mimpi milik kita berdua

Biarkan kuangkat dirimu
Kita kan tetap berjalan bersama, pelan-pelan
Sebentar lagi esok kan tiba
Sinar jingga di ufuk Timur kan menyambut kita
Dan menguatkan kita bahwa harapan kita tidak sia-sia

Minggu, 01 Januari 2012

Terompet naga emas



Lembaran ketiga. Yah, inilah yang ketiga kalinya, kembali aku mendapat kesempatan menulis di hari pertama tahun yang baru, sejak lahirnya blog ini.

Tahun telah berganti. Apakah yang kurasakan? Apakah yang kupikirkan?
Adakah kesunyian ? Adakah sepi di dalam sini? . Di tengah keramaian kota Yogyakarta? Yogyakarta, sedang ada kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten 2011. Dengan kegiatan ini, maka hari-hari biasa pun tetap ramai. Apalagi sekarang (sebelum ini ditulis) malam Minggu. Bahkan, malam pergantian tahun.

Kembali anganku melayang. Begitu banyak yang bersorak-sorai, memainkan raungan motor yang menggelegar. Ada juga sekelompok pemuda yang menari di tepi jalan dengan beberapa speaker besar di belakangnya. Haruskah ada…adakah alasan kuat…untuk merasa sepi ketika tak bergabung dalam keramaian itu? Kupikir ..dan kujawab, “Tidak.” Dengan sadar kulihat dan kutahu, di antara gemerlap keramaian dan hingar-bingar semangat mereka untuk menikmati pergantian tahun, ada orang-orang yang tidak berada di situ. Mereka jaga malam di rumah sakit, jaga malam di pos-pos kesehatan dan pos lalu-lintas di sepanjang jalan. Ada yang tetap bertugas di daerahnya yang sangat terpencil. Ketika kuucapkan selamat tahun baru pada temanku di pedalaman Kalimantan, dia sedang menunggui pasien yang sakit. Tidak ada suasana terang-benderang nan meriah di situ. Sunyi. Sepi. Seperti hari-hari biasa.

Menurutku, menjadi tak berguna jika seseorang terjun dan berbaur di keramaian hanya karena ketakutan, merasa tertinggal dari orang-orang, merasa tidak akan memiliki cerita … jika tidak ikutan rame-rame...padahal waktu terus berjalan. Bagaikan orang yang ketinggalan kereta…tertinggal sendirian. Di sisi lain, menjadi tidak berguna juga ketika orang yang sedang bertugas berpikir, “Ah, rugi aku. Seharusnya aku bisa gabung.”

Kurenungkan, tidak ada yang harus dibedakan dengan kedua itu. Ketika seseorang makin menghayati, makin memaknai atas waktu yang diberikan baginya, makin memahami dirinya sendiri, makin mensyukuri atas kesempatan hidup yang dianugerahkan baginya, maka tidak perlu ada perbedaan itu. Menjadi orang yang meluncur di jalan, atau menjadi orang yang bertugas, tidak menjadi masalah. Semua tetap bermakna dan tidak sia-sia baginya, dan bukan ketakutan melainkan rasa syukur lah yang semakin bertambah.

Dengan semua itu, rasanya tak masalah ketika aku, walaupun tak harus meniup terompet, tetaplah kuhampiri rak terompet di tepi jalan…. sepasang suami-istri yang dengan sabar menunggui rak kecilnya, si ibu agak tergesa menyiapkan hamparan plastik besar karena gerimis, sedangkan si ayah sedang menemani anaknya yang sedang belajar membuat terompet. Terompet berwarna kuning keemasan, kusebut saja terompet naga emas. Aku mempunyai, tetapi tak harus kubawa berpawai sambil kutiup kesana-kemari. Seolah ingin kukatakan bahwa bukan keramaian, tetapi hati lah yang berbicara tentang makna waktu yang berjalan melintasi tahun.

Makna yang kudapat saat ini…ingin tetap kukatakan padamu, di atas segala keyakinanku padamu bahwa engkau tahu dan merasakan juga saat ini walaupun kita belum bertemu…..”Aku mencintaimu”.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sahabat


Orang bilang dunia makin sempit. Tapi bukan berarti sahabat makin mudah didapat. Terima kasih telah mau menjadi sahabatku. Tanpa kausadari, engkau telah membesarkan hatiku. Engkau telah membuatku berani berjalan bersama-sama, tidak lagi menahan langkah untuk selalu berjarak di belakangmu. Sahabat, engkau telah menarik tanganku sehingga aku berani duduk semeja denganmu. Aku pun mulai berani menyapa orang-orang di sekelilingku. Kini kau bilang bahwa kau tak kan pergi…ya aku tahu. Itu tak kan mngurangi rasa kehilanganku..

Ketika kau bilang bahwa kau tak akan pergi, aku tahu bahwa kau kan menjauh. Untuk menempuh jalan yang kau impikan selama ini. Meskipun ku seolah teronggok di sini, selapis rasa syukurku atas kebersamaan kita akan mampu menyusup di antara bongkahan rasa kehilanganmu, untuk meneriakkan perpisahan dengan lantang dan senyum ceria. Dan aku tahu, aku pun juga akan memasuki pintu gerbang jalan yang kuimpikan.

Rabu, 21 September 2011

Talkshow Artis, Dosen, dan Praktisi

Dalam perjalanan ke kampus, saya melihat tulisan di baliho besar di dekat stadion sepak bola, kalau tidak salah baca gini, “ The Greatest Wealth is Health”. Iya lah, kalau saya pikir-pikir, banyak orang tenggelam dalam kesibukan, aktivitas, ataupun kerja masing-masing. Dari pagi sampai malam. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau kebutuhan hidup belum terpenuhi, putar otak terus, berusaha cari lemburan. Tapi tak dapat disangkal, bahwa fisik ada batasnya. Tubuh dan pikiran juga perlu istirahat. Untuk kemudian berkarya lagi sesudah segar kembali. Jika bekerja berlebihan, jatuh sakit. Dan ketika sakit, biasanya lebih terasa betapa berharganya kesehatan itu. Yak, saya pikir juga gitu, jangan tunggu sakit untuk bisa merasa betapa nyamannya kalau sehat. Tapi pada saat sehat, bagaimana tetap bersyukur dan turut memelihara kesehatan kita.

Banyak orang melihat lingkungan sekitarnya, membaca buku, menggali berbagai pengetahuan, dalam upayanya untuk menjaga kesehatan. Nah, dalam waktu dekat ada artis, dosen psikologi, dan praktisi yang akan share apa yang telah mereka dapat untuk menjaga kesehatan, dalam suatu talkshow di Jogja. Informasi acara ini disampaikan oleh seorang sobat, dan dia juga meminta bantuan supaya poster dan deskripsi detilnya disampaikan di sini. Saya pikir, jika para tokoh yang telah dikenal luas ini hendak share apa yang telah mereka dapat, tentu ada hal-hal baik yang dapat dipetik. Maka jika sobat-sobat hendak ‘mencicipi’ sharing mereka, datang aja. Nih detilnya :

"MEDITATION FOR A BETTER BODY AND MIND"
Meditasi lebih dari sekedar kegiatan spiritual yang cenderung religius. Melatih kesadaran melalui meditasi juga bermanfaat untuk kesehatan, dan bahkan telah dibuktikan secara sains. selain menyehatkan tubuh, meditasi juga dapat mencerdaskan otak .
Hadirilah talkshow mengenai meditasi kesehatan yang bertajuk "MEDITATION FOR A BETTER BODY AND MIND" dengan narasumber:

1. Gede Prama
Beliau adalah seorang praktisi meditasi asal Bali yang telah dikenal secara meluas, baik melalui kecakapannya berbicara, maupun melalui buku-buku yang telah ditulisnya, seperti Sadness, Happiness, Blissfulness: Transforming Suffering Into The Ultimate Healing (Gramedia International 2009). Alumni Universitas Leicester dan INSEAD ini kini tinggal di Desa Tahun Bali dan menjadi salah seorang pembicara publik yang paling diminati di kancah nasional maupun internasional.

2.Titiek Puspa
Siapa tak kenal artis senior pelantun tembang "Apanya Dong" ini? Di usianya yang sudah kepala 7, beliau tetap segar bugar, bahkan berhasil sembuh dari kanker rahim stadium 2 yang dideritanya sejak akhir 2009. Berkat meditasi, beliau dinyatakan terbebas dari kanker rahim pada awal 2010.

3. Kwartarini Wahyu Yuniarti
Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sarat prestasi. Mungkin kalimat itulah yang dapat menggambarkan narasumber yang satu ini. Berbagai macam penghargaan tingkat internasional telah diterimanya, berkat dedikasinya dalam bidang keilmuan, khususnya psikologi. Salah satu bidang yang ditekuni beliau adalah psikologi kesehatan (health psychology). Banyak riset yang dilakukan beliau dalam bidang ini, termasuk di antaranya adalah meditasi untuk kesehatan.

Ketiganya akan berkolaborasi dalam talkshow yang diselenggarakan dalam rangka DIES NATALIS ke-21 KAMADHIS UGM. dalam talkshow ini juga akan ada praktik meditasi serta diajarkan teknik meditasi dengan benar.
Sangat menarik, bukan?
Jangan sampai ketinggalan!

Minggu, 25 September 2011
Pk. 15.00 - selesai
Auditorium Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

HTM :
Mahasiswa : 45.000
Umum : 65.000
VIP : 100.000
Fasilitas : makan malam, snack, seminar kit.

Contact person:
Winnalia (085668468123)
Santika (08999870697)

Kamis, 15 September 2011

Dalam temaram lampu antik jalanan

Dek,
Sudah kesekian kalinya kita bersandar di tembok kraton ini
Lihatlah..
Tembok ini sudah tidak putih lagi, sebagian berlumut, tetapi tetap kokoh tebal, dan penuh gurat saksi sejarah, perjalanan kisah dari waktu-waktu

Dalam temaram lampu antik jalanan ini, makin indah suasananya
Ah, Mas tuliskan nama Mas dan nama Adek di tembok ini ya (hehe…..nakal ya)
Suatu saat, kita akan ketemu lagi di sini.

Besok kita sudah berpisah, Mas berjuang di sini dan Adek berjuang di sana
Untuk masa depan kita berdua

Sini, Mas kecup kening Adek
Mas restui dan iringi perjalanan Adek dengan doa
Semangat ya

(dan samar-samar terdengar suara biola kesukaanku dari balik tembok….pengamen di café situ yang sedang menyanyikan lagu seolah mengiringi perjalanan kisah kami..)
“
Slalu kutunggu hanyalah cinta
Hanya cinta yang tak terganti
Yang aku nanti hanyalah cinta
Hanyalah cinta yang abadi

….song by Anggun… “

Kamis, 01 September 2011

Di RW tempat saya

Lain tempat, bisa lain pula cara menyambut lebaran. Di RW tempat saya, seluruh warga, tidak mengenal SARA, datang ke masjid. Di halaman, sudah ada deretan kursi plastik, dan warga “sepuh” (lanjut usia) duduk di situ. Lalu seluruh warga berbaris, urut, silaturahmi kepada para “sepuh” tersebut, selanjutnya berdiri di samping kursi, demikian seterusnya sehingga seluruh warga, dari anak-anak sampai dewasa dapat saling bermaaf-maafan.
Yah, begitulah di RW tempat saya.